Waspadai Bahaya Bencana Hidrometerologi, Sutiaji Ajak Darling

Berburu penyebab banjir, itu yang dilakukan Walikota Malang Sutiaji bersama para pamong wilayah (camat dan lurah). Kembali melalui jalur komunikasi antar pamong, Sutiaji mengajak para pamong wilayah turun lapangan di tengah guyuran hujan yang lebat menyapa kota Malang.
Seperti hari sebelumnya, masih bersandal dan menggunakan jas hujan oranye BPBD serta beroda dua (sepeda motor, red) Walikota penikmat masakan pedas ini menerobos sapaan hujan dan berhenti dari satu titik ke titik berikutnya.

“Kemarin wilayah barat kota, ini saya bersama pak camat dan lurah setempat, lagi menelusuri “banjir di kawasan timur kota. Selain Sawojajar, ini lagi di wilayah kelurahan Lesanpuro. Karena selaian “japrian” warga juga laporan wilayah adanya genangan di gang Sawo Lesanpuro, “tutur Sutiaji disela sidaknya (27/12 ’20)
Diutarakan oleh mantan penggiat media tersebut bahwa pekerjaan besar memang masih harus dilakukan untuk menuntaskan problem genangan air. Namun yang membuat prihatin Walikota Sutiaji, fakta lapangan yang memperlihatkan sampah dan sampah menjadi biangnya.

“Klasik mungkin terdengar ditelinga, namun saat kita turun dan warga juga ada, ternyata sampah jadi pemicunya. Karena saya berharap di masing masing wilayah juga ada kelompok/komunitas sadar lingkungan (ko darling), yang peran bersama sama pemerintah terus membangun kesadaran dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, “ujar Pak Aji. Termasuk menghidupkan kembali GASS (Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen).
Kepada warga kota Malang, Walikota Sutiaji juga meminta untuk waspada bencana Hidrometereologi. “Ini juga saya instruksikan secara kedinasan pula kepada camat camat dan lurah lurah sekaligus mengapresiasi atas gerak cepat untuk semuanya turun lapangan.

Disisi lain, Sutiaji juga menegaskan untuk melibatkan peran perguruan tinggi. “Pasti itu dan senantiasa kita dengarkan serta libatkan dan yang tidak kalah penting kami juga akan koordinasi intens dengan Batu dan kabupaten Malang, karena nampaknya ini (pergerakan air) menjadi satu kesatuan sistem, “utaranya.

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment