Abah Anton “Nyales” Kota Malang

Tak tanggung tanggung, Walikota Malang Abah Anton dan Ketua DPRD kota Malang Abdul Hakim, bertindak selaku sales marketing untuk kota Malang. Ke dua pejabat daerah ini secara bersama hadir dan memastikan kepada para pengunjung Smesco Award 2017, bahwa kota Malang layak untuk dikunjungi dan dijadikan lokasi investasi.
Tak hanya Abah Anton, anggota Komisi X DPR RI, Anang Hermansyah, meyakinkan audience bahwa kota Malang adalah kota layak untuk berusaha. Suami Ashanti ini menyatakan bisnis Anang Karaoke pertama kali didirikan di kota Malang. “Dan perlu diketahui, Anang Karaoke yang mempelopori pembayaran royalti untuk lagu lagu yang dibawakan di layanan Anang Karaoke. Ini mempertimbangkan karena saya tahu, arek arek Malang adalah arek yang menghargai musik dan karakter akademisnya sangat tinggi. Dan tidak salah pilihan saya untuk menjadikan kota Malang sebagai prototipe usaha saya, yang sekarang sudah berkembang ke 10 kota lainnya. Itu karena distimulus prospek bisnis di kota Malang, “tegas Anang. Hal itu pula yang menjadikan ayahnya Auriel ini untuk mengembangkan sayap dengan bisnis kue A Six di bhumi Arema.
Sementara itu, Tari Topeng Sekarsari, yang merupakan bagian dari tari topeng malangan, menjadi pembuka ajang penganugerahan Smesco Award 2017 dan Malang Forum Buisness Festival yang digelar di gedung Smesco Jakarta (9/12 ’17). Dihelat atas kolaborasi antara Kementerian Koperasi dan UKM RI, Smesco Indonesia, Asosiasi kuliner Nusantara, Pemerintah Kota Malang dan KADIN, acara dibalut dengan “aroma” Malangan. Dari tarian pembuka, beberapa produk UKM Malangan hingga kuliner khas Malang serta Malang Buisness Matching menjadi bagian yang mengemuka dalam perhelatan itu.
Pada peninjauan stand produk oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, satu produk yang langsung menarik minat Menkop Puspayoga adalah produk kacamata kayu dari Malang. “Menarik, kokoh dan juga artistik, karenanya saya langsung beli dan saya harapkan produk kerajinan seperti ini mampu berperan dalam pasar global, “ujar Puspayoga.
Direktur Smesco, Emilia Suhaemi, menyatakan alasan kenapa menghadirkan kota Malang, karena kota pendidikan ini, menurutnya memiliki potensi yang sangat besar, di antaranya terkait dengan ekonomi kreatifnya. “Sejalan dengan hal itu, Smesco memberikan penghargaan kepada para pelaku usaha yang dinilai berhasil mengembangkan kreatifitas sekaligus mampu menginspirasi dan memotivasi para pelaku usaha untuk naik level. Karenanya awarding ini juga kami beri label ajang naik kelas UKM, “ujar Emilia.
“Kita akan menerima bonus demografi. Ini bisa positif tapi juga bisa negatif bila tidak dimanage dengan baik. Oleh karenanya kepada generasi muda saya tekankan jangan hanya sebatas job seeker (pencari kerja), tapi jadilah job creator (pencetak kerja), “ujar Abah Anton, Walikota Malang, didepan forum temu bisnis. Diyakinkan Abah Anton, Kota Malang, para mudanya sudah bertransformasi ke sana. Hal ini dibuktikan dengan makin banyak ekonomi kreatif dan wirausaha baru dari para generasi millenia. “Ini juga terpotret dari data statistik yang mencatat penurunan angka tingkat pengangguran terbuka dari 43,62 persen menjadi 29,60 persen. Ini terkontribusi dari tumbuh kembangnya ekonomi kreatif di kota Malang, “tegas Abah Anton. Kepada Menkop Puspayoga, Duta Koperasi Dedi “Miing”Gumelar dan Dewi Motik, pengurus KADIN dan HIPMI serta Duta Besar Emerald Arab, Walikota Anton juga menyampaikan stabilitas ekonomi kota Malang dan kelaikan usaha. Diantaranya tergambar dari IPM (Indeks Pembangunan Manusia) mencapai angka 80,46 persen, pertumbuhan ekonomi 5,6 persen serta laju inflasi yang dibawah angka 3 persen.
Untuk sesi penganugerahan Smesco Award 2017, sebagaimana diinfokan Direktur Smesco Emilia Suhaemi, terseleksi 150 wirausaha dan terpilih 21 wirausaha yang dinilai menginspirasi. Terbagi menjadi 5 kategori yang meliputi kategori wira usaha inovatif yang inspiratif, kategori wirausaha berbasis kearifan Lokal, kategori wirausaha Pemula, kategori wirausaha Wanita dan kategori Berorientasi Ekspor, penghargaan ini juga berhasil menempatkan salah satu pengusaha Malang Raya diantara 14 peraih award lainnya, atas nama Hari Mastutik, selaku pengusaha kripik buah dengan kategori berorientasi ekspor yang inspiratif.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment