PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI

Pada Oktober 2016 di Kota Malang terjadi inflasi sebesar -0.20 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 125.06 Dari 8 kota IHK di Jawa Timur, tercatat semua kota mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi Jember sebesar 0.26 persen dengan IHK sebesar 121.05 diikuti Probolinggo 0,21 persen, dengan IHK sebesar 121.23, Malang sebesar 0.20 persen dengan IHK sebesar 125.06 persen , Banyuwangi sebesar 0.18 persen dengan IHK sebesar 121.62, Surabaya sebesar 0.10 persen dengan IHK sebesar 124.75, Kediri 0.08 persen dengan IHK sebesar 121.48 persen, Madiun 0.07 persen dengan IHK sebesar 121.57, dan Sumenep sebesar 0.05 persen dengan IHK sebesar 121.72.

Inflasi/ deflasi terjadi karena adanya kenaikan/ penurunan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan/ penurunan indeks kelompok pengeluaran. Dari tujuh kelompok pengeluaran, 4 kelompok mengalami inflasi dan 3 kelompok pengeluaran mengalami deflasi, yaitu kelompok bahan makanan -0.97 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0.14 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar -0.03 persen; kelompok sandang -0.64 persen; kelompok kesehatan 0.03 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0.06 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0.01 persen.

Sepuluh komoditas teratas yang mengalami kenaikan harga pada Oktober 2016 antara lain: Cabai merah, tarif listrik, bawang putih, rokok kretek filter, pasir, angkutan udara, pepaya, minyak goreng, tongkol pindang, dan sewa rumah.

Sedangkan sepuluh komoditas terbesar yang mengalami penurunan harga pada Oktober 2016 adalah: bawang merah, semen, emas perhiasan, telur ayam ras, kentang, daging ayam ras, tarip pulsa ponsel, apel, selada/ daun selada dan jeruk.

Tingkat inflasi tahun kalender Oktober 2016 sebesar 1.58 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2016 terhadap September 2016 ) sebesar 2.65 persen.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment