JUNI 2016, KOTA MALANG INFLASI 0,63 PERSEN

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering

digunakan  untuk  mengukur  tingkat  perubahan  harga  (inflasi/deflasi)  di  tingkat  konsumen,

khususnya  di  daerah  perkotaan.  Perubahan  IHK  dari  waktu  ke  waktu  menunjukkan

pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia,

tingkat inflasi diukur  dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal

bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Mulai Juni 2014,  pengukuran  inflasi  di  Indonesia  menggunakan  IHK  tahun  dasar

2012=100.  Ada  beberapa  perubahan  yang  mendasar  dalam  penghitungan  IHK  baru

(2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket

komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup

(SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama

dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola

konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota

besar  lainnya.  Dari  82  kota  tersebut,  66  kota  merupakan  cakupan  kota  SBH  lama  dan  16

merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan

total  sampel  sebanyak  13.608  Blok  Sensus  dan  total  sampel  rumahtangga  sebanyak

136.080.  SBH  2012  dilaksanakan  secara  triwulanan  selama  tahun  2012  sehingga  setiap

triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.

Paket komoditas kota Malang hasil SBH 2012 terdiri dari 372 komoditas meningkat

dibandingkan  dengan  paket  komoditas  hasil  SBH  2007  sebelumnya  yaitu  sebanyak  349

komoditas..

Berdasarkan    hasil    pemantauan  BPS    kota  Malang  pada Juni 2016 terjadi  inflasi

0,63 persen,  atau  terjadi kenaikan Indeks  Harga  Konsumen  (IHK)  dari 123.20 pada   Mei

2016   menjadi 124.17 pada Juni 2016. Tingkat inflasi tahun kalender  sebesar 0.85 persen

dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2016 terhadap Juni 2015 )  sebesar  3.04  persen.

Inflasi  bulan Juni 2016 dipicu  oleh  beberapa  komoditi,  antara  lain Angkutan  udara,

telur  ayam  ras,  daging ayam  ras,  beras, gula pasir, apel, pisang,  mujair, rokok kretek, dan

kentang  .  Komoditi  bahan  makanan  mengalami  kenaikan  harga  seiring  dengan

meningkatnya permintaan selama Ramadhan tahun ini. Naiknya harga gula pasir dipicu oleh

semakin  menipisnya  stok gula  di  pasaran  akibat  berhentinya  aktivitas  produksi  pabrik gula

yang saat ini baru memasuki musim giling tebu.

Komoditi  yang  meghambat  inflasi  di  bulan Mei 2016 antara  lain bawang  merah,

semen,  cabai  merah,  tongkol  pindang,  tarip  kereta  api,  cabai  rawit,  udang  basah,  jagung

manis,  tomat  buah,  dan  terong  panjang. Beberapa  komoditas  bahan  makanan  mengalami

penurunan  harga  karena  masih  dalam  masa  panen  dan  stok  melimpah,  antara  lain

komoditas  bawang  merah,  tomat  sayur,  cabai  merah,  tomat  buah  dan  cabai  rawit.

Meningkatnya  produksi  semen  nasional  yang  lebih  tinggi  dibandingkan  permintaan  pasar

dan  makin  ketatnya  persaingan  industri  semen,  mengakibatkan  turunnya  harga  semen  di

pasaran.

Penyebab terjadinya inflasi  bulan Juni 2016 adalah naiknya indeks harga konsumen

pada lima kelompok  pengeluaran. Kelompok  pengeluaran  yang  mengalami inflasi  tertinggi

adalah kelompok  bahan  makanan  sebesar  1.17  persen  diikuti kelompok  transport,

komunikasi,  dan  jasa  keuangan sebesar 1.13 persen, kelompok makanan  jadi,  minuman,

rokok, dan  tembakau  sebesar  0,99  persen,  kelompok  kesehatan  sebesar  0,31  persen,

kelompok  sandang  sebesar  0,30  persen, kelompok   pendidikan,  rekreasi  dan  olahraga

sebesar  0,17 persen. Sedangkan  kelompok  pengeluaran  yang  mengalami deflasi adalah

kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,13 persen sebagaimana

terlihat pada tabel 1.

No

Kelompok  komoditas  yang  memberikan  andil/  sumbangan  inflasi  pada Juni 2016,  yaitu: kelompok bahan makanan 0.2258 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok,  dan  tembakau  0.1667  persen;  kelompok  perumahan,  air,  listrik,  gas,  dan  bahan  bakar -0.0313 persen;  kelompok  sandang 0.0166  ;  kelompok  kesehatan  0.0143,  kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, 0.0162 persen; dan kelompok transpor, komunikasi,dan jasa keuangan  0.2179 persen .

No

 

No

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

 

  1. Bahan Makanan

Kelompok  bahan  makanan  pada  bulan Juni 2016  mengalami  inflasi 1.17

persen  atau terjadi kenaikan angka    indeks  dari  133.98  pada  Mei 2016      menjadi

135.55  pada  Juni 2016 .

Dari  11  sub  kelompok  dalam  kelompok  bahan  makanan 9 sub  kelompok

mengalami inflasi dan 2 sub kelompok mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di sub

kelompok  telur  susu  dan  hasil-hasilnya  sebesar  3.87  persen diikuti sub  kelompok

buah-buahan sebesar 2.97  persen, sub kelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar

2.95 persen, sub  kelompok  sayur-sayuran  sebesar  2.65  persen,  sub  kelompok  padi-padian  umbi-umbian  dan  hasilnya  sebesar  1.79  persen  ,  sub  kelompok  lemak  dan

minyak  sebesar    1.41  persen  ,  sub  kelompok  ikan  segar    sebesar  1.39    persen,  sub

kelompok  bahan  makanan lainnya    sebesar  0.84  persen,dan  sub  kelompok  kacang-kacangan sebesar 0.21  persen . Sedangkan 2 sub kelompok yang mengalami deflasi

adalah sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 6,25  persen , dan sub kelompok ikan

diawetkan 3.74 persen.

Kelompok ini pada Juni 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0.2258

persen.  Komoditas  yang  dominan  memberikan  sumbangan  inflasi  antara  lain: telur

ayam  ras  sebesar  0.082  persen, daging  ayam  ras  sebesar  0.076 persen, beras

sebesar 0.0669 persen, apel sebesar 0.0325 persen, pisang sebesar 0.0212 persen,

mujair  sebesar  0.0186  persen, kentang  sebesar  0.0176  persen, wortel  sebesar

0.0137  persen, kelapa  sebesar  0.0117  persen, minyak  goreng  sebesar 0.0048

persen,  dll.

 

Sedangkan  komoditas  yang  memberikan  sumbangan  deflasi  antara  lain  :

bawang merah sebesar 0.0811 persen, cabai merah sebesar 0.0364 persen, tongkol

pindang sebesar  0.0275 persen, cabai  rawit  sebesar  0.0109  persen,  udang  basah

sebesar  0.0044  persen,  jagung  manis  sebesar  0.0039  persen, tomat buah sebesar

0.0034 persen, terong  panjang sebesar  0.0032 persen, sawi  putih sebesar  0.0021

persen, tauge/ kecambah sebesar 0,0014 persen. dll.

 

  1. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok  ini  pada Juni  2016  mengalami  inflasi 0.99  persen  atau  terjadi

kenaikan    angka  indeks  dari 124.11 pada Mei 2016    menjadi   125.34  pada   Juni

2016 .

Tiga  sub  kelompok  yang  ada  dalam  kelompok  ini semua  sub  kelompok

mengalami  inflasi. Inflasi  terjadi  pada sub  kelompok  minuman  yang  tidak  beralkohol

sebesar 2.03 persen diikuti sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar

1.00 persen dan sub kelompok makanan jadi sebesar 0.11  persen . Kelompok  ini  pada Juni 2016  secara  keseluruhan  memberikan  sumbangan inflasi terbesar sebesar 0.1667  persen.

 

Komoditas  yang  dominan  memberikan  sumbangan  inflasi  antara  lain  : gula

pasir  sebesar  0.0627 persen, rokok  kretek sebesar  0.0185 persen, rawon sebesar

0.0174 persen, martabak sebesar  0.0169 persen, rokok  kretek  filter sebesar  0.0112

persen, sate sebesar 0.0111 persen, gado-gado sebesar 0.0048  persen , kue basah

sebesar 0.0044 persen, kue kering sebesar 0.0043  persen, dll.  Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi tidak ada.

 

  1. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok  ini  pada Juni 2016  mengalami  inflasi  sebesar -0.13 persen,  atau

terjadi penurunan  angka indeks dari 117.27  pada  bulan Mei 2016  menjadi 117.12

pada  Juni 2016  .

 

Dari  4  sub  kelompok  dalam  kelompok  ini 3 sub  kelompok  mengalami  inflasi, 1

sub  kelompok  mengalami  deflasi. Sub  kelompok  yang  mengalami  inflasi  adalah sub

kelompok bahan bakar, penerangan dan air  sebasar 0.25 persen diikuti sub kelompok

perlengkapan rumah tangga sebesar 0.17 persen dan sub kelompok penyelenggaraan

rumah tangga sebesar 0.03 persen , sedangkan yang mengalami deflasi adalah  sub

kelompok biaya tempat tinggal sebesar 0.33 persen.

 

Pada Juni 2016  kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar  -0.0313

persen.  Komoditas  yang  dominan  memberikan  sumbangan  inflasi  antara  lain  adalah

tarip  listrik sebesar  0.0096 persen, tukang  bukan  mandor sebesar  0.008 persen, cat

tembok  sebesar  0.0046 persen, kayu  lapis sebesar  0.0041 persen, bahan  bakar

rumah tangga  sebesar 0.0033 persen, microwave sebesar 0.0016 persen, dll. Sedangkan yang memberikan sumbangan deflasi adalah turunnya indeks harga semen 0.0664 persen.

 

  1. S a n d a n g

Kelompok  sandang  pada Juni 2016  mengalami  inflasi   0.30 persen,  atau  terjadi

kenaikan angka indeks dari 113,04  pada  Mei 2016   menjadi 113.38  pada Juni 2016.

 

Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini, 3 sub kelompok mengalami inflasi dan 1

sub  kelompok tidak  mengalami perubahan  angka  indeks.  Sub  kelompok  yang

mengalami  inflasi  adalah sub  kelompok  barang    pribadi  dan  sandang  lain    sebesar

0.73 persen  diikuti sub  kelompok  sandang laki-laki  sebesar  0.36  persen  ,  dan sub

kelompok  sandang  anak-anak  sebesar  0.09  persen sedangkan    sub  kelompok

sandang wanita tidak mengalami perubahan angka indeks.

 

Pada Juni 2016  kelompok  ini  memberikan  sumbangan  inflasi  sebesar 0.0166

persen.  Komoditas  yang  dominan    memberikan  sumbangan  inflasi  adalah  naiknya

indeks  harga emas  perhiasan  sebesar  0.0067  persen,   kerudung/  jilbab  sebesar

0.0035 persen, celana  panjang  jeans sebesar  0.0026 persen, kemeja  pendek  katun

sebesar  0.0011  persen, kaos  kaki  sebesar  0.0011  persen, celana  panjang  katun

sebesar  0.0009  persen,  handuk  sebesar  0.0005  persen, kaos  kaki  dan   celana

panjang jeans anak sebesar 0.0001 persen,  dll. Sedangkan yang memberikan sumbangan deflasi tidak ada.

 

  1. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan  pada Juni 2016  mengalami  inflasi  0.31  persen,  atau

mengalami  kenaikan  angka    indeks 114.32  pada    bulan   Mei 2016 menjadi 114.67

pada  Juni 2016 .

 

Dari  4  sub  kelompok semua sub  kelompok  mengalami  inflasi. Sub  kelompok

yang  mengalami  inflasi  adalah sub  kelompok  jasa    perawatan  jasmani  sebesar  2.01

persen, sub kelompok jasa kesehatan sebesar 0..24 persen, sub kelompok perawatan

jasmani dan kosmetika sebesar 0.09  persen dan sub kelompok obat obatan  sebesar

0.05 persen.

 

Pada Juni  2016  kelompok  ini  memberikan  sumbangan  inflasi  sebesar

0.0143 persen. Sedangkan komoditas yang dominan  memberikan sumbangan inflasi

adalah naiknya indeks harga tarip gunting rambut wanita sebesar 0.0038 persen, tarip

gunting  rambut  anak  sebesar  0.0032  persen,  ongkos  bidan  sebesar  0.0018 persen,

dokter gigi  sebesar 0.0017 persen, sabun mandi 0.0011 persen, creambath sebesar

0.001  persen, dokter  umum  sebesar  0.0009  persen,  obat batuk  sebesar  0.0005

persen, deodorant 0.0002 persen,  dll. Sedangkan yang memberikan sumbangan deflasi tidak ada.

 

  1. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Juni 2016  mengalami inflasi

sebesar  0.17 persen  atau  mengalami kenaikan angka  indeks dari  118.18 pada   Mei

2016  tetap menjadi 118.41  pada  Juni 2016.

 

Dari  5  sub  kelompok  , 4 sub  kelompok  mengalami  inflasi, dan 1 sub  kelompok

tidak  mengalami  perubahan  angka  indeks.  Sub  kelompok  yang  mengalami  inflasi

adalah sub  kelompok  kursus-kursus  /  pelatihan  sebesar  1.79  persen,  diikuti  sub

kelompok  rekreasi  dan  sub  kelompok  olah  raga  sebesar  0.15  persen,  dan  sub

kelompok  perlengkapan  /  peralatan  pendidikan  sebesar  0.03 persen  sedangkan sub

kelompok pendidikan dan tidak mengalami perubahan angka indeks.

Pada Juni 2016  kelompok  ini  memberikan  sumbangan  inflasi  sebesar   0.0162

persen. Komoditas  yang  dominan  menyumbang  inflasi  adalah  naiknya  indeks  harga

bimbingan  belajar  sebesar  0.0123  persen,  kamera  sebesar0.0016  persen,  paket

liburan  sebesar  0.0011  persen,  flash  disk  sebesar  0.0006  persen,  pulpen/ ballpoint  ,

modem internet, dan sewa lapangan futsal sebesar 0.0002,dll.

 

Sedangkan yang memberikan sumbangan deflasi tidak ada.

 

  1. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Juni 2016  mengalami

inflasi 1.13  persen atau  terjadi  kenaikan  angka indeks  dari 130.08  pada  Mei 2016

menjadi  131.55  pada  Juni 2016.

 

Dari  4  sub  kelompok  dalam  kelompok  ini 2 sub  kelompok  mengalami  inflasi  ,

dan 2 sub  kelompok tidak  mengalami perubahan  angka  indeks. Yang  mengalami

inflasi  adalah  sub  kelompok  transport  sebesar 1.61  persen dan  Sub  kelompok

komunikasi dan pengiriman sebesar 0.01 persen .

 

Sedangkan sub  kelompok    Sarana  dan  Penunjang  transpor ,  dan  sub

kelompok  jasa  keuangan tidak mengalami perubahan angka indeks.

 

Secara keseluruhan kelompok ini pada Juni 2016  memberikan sumbangan

inflasi    0.2179  persen.  Komoditas  yang  dominan  memberikan    sumbangan  inflasi

adalah naiknya  indeks harga angkutan udara sebesar 0.2319 persen, tarip kendaraan

travel sebesar 0.0011 persen, biaya pengiriman barang sebesar 0.0001 persen.

 

Sedangkan  yang  memberikan  sumbangan  deflasi    adalah  turunnya tarip

kereta  api  sebesar  0.0139  persen  dan  turunnya indeks  harga    bensin pertamax

sebesar 0.0013 persen.

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment