KUNKER BUPATI SUMBA

22 KUNKER11 22 KUNKER10 22 KUNKER9 22 KUNKER8 22 KUNKER7 22 KUNKER6 22 KUNKER5 22 KUNKER4 22 KUNKER3 22 KUNKER2

Sebagai kota pendidikan, yang memiliki 57 perguruan tinggi, dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 320 ribu jiwa dari berbagai daerah di indonesia; sangat dimungkinkan tingginya potensi kerawanan yang terjadi di Kota Malang. Potensi permasalahan bisa muncul mulai  dari perbedaan agama, daerah, suku, adat istiadat dan lain sebagainya. Jumat (22/04) bertempat di ruang sidang Balaikota telah dilaksanakan acara Kunjungan Kerja Bupati Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Timur dan Wakil Bupati Sumba Barat mebahas mengenai permasalahan di bidang pendidikan dan perguruan tinggi di Kota Malang.

 

Acara tersebut dihadiri oleh Walikota Malang beserta Wakil Walikota Malang, Kapolresta Malang, Bupati Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Timur, Wakil Bupati Sumba dan beserta rombongan yang berjumlah kurang lebih 30 orang.

 

Walikota Malang, H. Moch Anton menyampaikan pembangunan di bidang pendidikan merupakan prioritas utama dalam gerak pembangunan di kota malang. Atas berbagai  langkah program di bidang pendidikan tersebut, pemerintah kota malang juga telah mendapat penghargaan bidang pendidikan seperti penghargaan dibidang UKS, adiwiyata, perpustakaan sekolah,  guru berprestasi dan berbagai prestasi akademik, baik tingkat nasional maupun internasional. Di sisi lain, sebagai kota pendidikan dengan jumlah mahasiswa sekitar 320 ribu jiwa, yang datang dari berbagai daerah di indonesia diperlukan komitmen dari seluruh komponen masyarakat maupun dari diri mahasiswa itu sendiri, untuk bisa saling menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan. Diharapkan kota malang senantiasa dalam kondisi yang kondusif dan stabil, sehingga para mahasiswa dapat melakukan proses belajar dengan baik dan selesai tepat waktu.

Bupati Sumba Tengah, Drs. Umbui Sapi Pateduk menjelaskan maksud dan tujuan datang ke Malang adalah sesuatu bentuk rasa hormat kami kepada Pemerintah Kota Malang dan segenap warga Malang serta memohon maaf atas kejadian bentrok antar mahasiswa yang sempat terjadi beberapa waktu lalu yang dilakukan sekelompok anak Sumba yang berkuliah di Malang serta berpesan pada Pemerintah Kota Malang dan Polresta untuk turut mengawasi dan membina anak didik kami di yang menuntut ilmu di Malang.

 

“Saya atas nama pribadi meminta maaf sebesar – besarnya atas kejadian tersebut yang sudah membuat warga malang tidak nyaman, dan saya siap mebina dan membimbing mereka agar tidak terjadi hal seperti ini lagi untuk kedepannya.” Ujar Marcus Dairo Talu, Bupati Sumba Barat Daya.

 

Acara ini dilanjutkan dengan tukar menukar cindera mata sebagai tanda persaudaraan antar kota dan di akhiri dengan diskusi interaksi mengenai masalah dan perkembangan bidang pendidikan. (ike)

 

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment