Musda MUI Kota Malang, Sutiaji Titip Program Pemberdayaan Ekonomi Ummat

Mengambil tema “Meneguhkan Peran Ulama Dalam Memperkokoh NKRI Serta Mewujudkan Malang Kota Bermartabat”, Musyawarah Daerah IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang digelar di Savana Hotel (26/12 ’20).
KH. Chamzawi, selaku Ketua Panitia Pelaksana Musda IX menginfokan gelaran Musda mengambil momentum penguatan dan konsolidasi organisasi yang dituntut mampu menjawab tantangan khususnya meneguhkan penguatan NKRI dan kebangsaan. Ditambahkan oleh Rois Syuriah PC NU Kota Malang tersebut, penyegaran organisasi menjadi hal lumrah, alami serta strategis bagi sebuah organisasi.
Sementara itu KH. Baidowi Muslich selaku Ketua MUI Kota Malang, Musda digelar ditengah pandemi covid dan hingga pertengahan Desember 2020 sudah 217 ulama yg meninggal karenanya. Diutarakan KH. Baidowi saat mengawali gelaran Musda.
Pengasuh pondok pesantren Gading Kota Malang tersebut menegaskan komitmen keagamaan tidak bernilai bila tidak diikuti dengan komitmen kebangsaan. Demikian sebaliknya, tidak bisa berdiri sendiri sendiri. “Ini penting karena kita (bangsa) berada pada krisis dan permasalahan tersebut, “urai Ketua MUI masa bhakti 2016 – 2020 tersebut.
KH. M. Nuruddin, Pengurus MUI Jawa Timur menambahkan pentingnya terus menguatkan kerjasama, sinergi dan komunikasi antara ulama dan umaro. “Kalau ini berjalan sendiri sendiri, maka kehancuran jadi pertaruhannya, “pesannya.
Walikota Malang Sutiaji saat membuka Musda IX MUI menegaskan komitmen kebersamaan gerak dengan ulama (MUI, red). “Salah satunya yang dapat saya informasikan kepada para al mukarom kyai, bahwa Insya Allah tanggal 30 Desember 2020 akan kita resmikan gedung Islamic Centre, dan salah satunya ruangan yang ada didalamnya bisa dimanfaatkan untuk kantor MUI Kota Malang, “info Sutiaji.
Dihadapan peserta MUI Kota Malang, ustadz Sutiaji demikian biasa disapa warga, juga mengingatkan bahaya dan kejamnya “berseliweran” informasi yang hoax dan atau pun percakapan percakapan yang dipenuhi rasa kebencian serta bersifat membenturkan. “Nilai nilai keagamaan dan kebangsaan tercabik cabik karena hal itu, maka semoga ini juga menjadi garapan program MUI Kota Malang, “harap Sutiaji.
Hal lain yang dititipkan oleh alumni IAIN Malang, agar MUI Kota Malang juga menguatkan ekonomi ummat, melakukan antisipasi atas ekonomi berbasis on line, mengembangkan layanan sertifikasi hal secara on line dan juga membentengi ummat dari gerakan rentenir termasuk yang dilakukan secara on line.

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment