Walikota Sutiaji Tekankan Kondusifitas Kota Malang

“Semua sudah ada prosedurnya, sehingga diharapkan semua pihak bisa menahan diri. Tidak perlu ada gerakan massa. Kota Malang yang kondusif harus kita jaga bersama, “tegas Walikota Malang Sutiaji, merespon atas apa yang terjadi di Garut pada saat peringatan Hari Santri. Ditambahkan Walikota yang juga dikenal selaku pendakwah ini, bahwa aparat sudah bergerak sesuai dengan kapasitasnya dan melakukan langkah sesuai kewenangannya, jadi percayakan dan tidak perlu ditarik kecakupan yang lebih luas. “Saya bersama jajaran Forpimda dan saya percaya juga tokoh agama dan tokoh masyarkat di kota Malang, tidak menghendaki itu dibawa bawa ke bhumi Arema yang kondusif ini, “diingatkan Ustadz Sutiaji, demikian Walikota Malang dipanggil jamaahnya. Ditegaskan Walikota, siapapun yang bertindak dan mengarah pada provokasi maka domain keamanan yang akan bertindak.

Suami Hj. Widayati ini juga menghimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan dan menyikapi cuitan pada sosial media. “Jangan kita mudah untuk nge-share, dan lebih lebih comment atau statement yang mengarah pada sikap serta aksi yang bersifat membenturkan atau justru memperkeruh hal yang harusnya sudah ditangani, “himbau Sutiaji merespon unggahan kegiatan aksi “bela” kalimat tauhid di grup-grup WhatsApp dan sosial media lainnya. Seperti banyak dilansir dalam info media, terdapat pemberitahuan bahwa kegiatan akan dilangsungkan di Masjid Jenderal Ahmad Yani Jalan Kahuripan 12 Malang. Rencananya, aksi akan berlangsung Jumat 26 Oktober 2018 bada magrib atau sekitar pukul 18.00 WIB.

Kepada organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan dan juga organisasi kemahasiswaan yang ada di kota Malang, Sutiaji juga menghimbau untuk tidak merespon “ajakan” yang dikesankan membawa misi keagamaan tersebut.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment