Tari Grebeg Malangan Berhasil Memukau Peserta HUT Dasawarsa JKPI

Malang – Tari Grebeg Malangan meramaikan gelaran “Karnaval Budaya” dalam rangkaian HUT Dasawarsa Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Surakarta pada 25 Oktober 2018.

Sebanyak 50 orang seniman asal Kota Malang mempertunjukkan tari khas Malangan itu di depan masyarakat serta perwakilan dari beberapa daerah anggota JKPI.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama dengan Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji, juga turut serta dalam rangkaian karnaval dengan diarak menggunakan Kereta Kencana (Andong).

Rute karnaval dimulai dari titik kumpul yakni Stadion Sriwedari kemudian menuju Benteng Vastenburg. Satu panggung kehormatan disiapkan di kawasan depan Bank Indonesia Lama. Di panggung kehormatan itu, para penampil termasuk perwakilan dari Kota Malang menampilkan Tari Grebeg Malangan sebagai kesenian khas.

Wali Kota Malang, Sutiaji, mengapresiasi performance dari puluhan seniman Kota Malang yang berhasil memukau masyarakat setempat dan perwakilan dari beberapa daerah.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Malang sangat mengapresiasi penampilan para seniman. Tari Grebeg Malangan berhasil mencuri perhatian para pengunjung di acara itu,” kata Sutiaji.

Dijelaskan, banyak potensi seni dan budaya Kota Malang yang bisa dikembangkan, sehingga nantinya diharapkan bisa bersinergi dengan dunia pariwisata.

“Kota Malang ini tidak memiliki sumber daya alam untuk wisata seperti daerah lain, akan tetapi potensi seni dan budaya serta peninggalan pusaka bisa kita optimalkan untuk menarik wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara,” tuturnya.

Dikatakan pula, Malang yang diakui sebagai kota pusaka, memiliki keuntungan tersendiri, karena memiliki potensi peningkatan ekonomi, sosial dan budaya. “Pembangunan berkelanjutan berbasis kota pusaka ini akan terus dilakukan dan dibutuhkan komitmen bersama tidak saja dari pemerintah namun juga stake holder lainnya,” tukasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo dalam sambutannya mengatakan optimalisasi potensi seni dan budaya ini selain bertujuan untuk pelestarian juga upaya menghadirkan wisatawan. “Karenanya kesempatan ini harus kita maksimalkan untuk mengenalkan pada dunia internasional terkait potensi budaya kita,” kata FX Hadi Rudyatmo.

Ia menjelaskan, HUT Dasawarsa JKPI ini diisi oleh serangkaian acara termasuk di dalamnya adalah simposium dan kongres dari perwakilan kota/kabupaten yang masuk dalam jaringan JKPI.

“JKPI dimulai pada 24 sampai 26 Oktober. Rangkaian acaranya ada kongres dimana tujuannya adalah menyusun rencaja kerja dan menyusun kekuatan JKPI agar bisa berkelanjutan dari waktu ke waktu,” ungkapnya. (Sa)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment