Pesan Orasi Pendidikan Plt. Walikota Sutiaji

“Anak Ibarat Tumbuhan, Mau Dikemanakan Bergantung Kita, Mari Kuatkan Karakter Anak Untuk Menjadi Dirinya Sendiri”, goresan pesan Plt. Walikota Malang, Sutiaji, kepada manajemen Yayasan Pendidikan Islam Sabilillah dan orang tua siswa serta siswa/siswi SMP islam Sabilillah Tahun Pendidikan 2018/2019.

Orientasi sistem pendidikan Islam Sabilillah Tahun Pelajaran 2018/2019 SMP Islam Sabilillah, terasa istimewa karena dihadiri dan diwarnai orasi pendidikan dari Plt. Walikota Malang, Sutiaji (13/7 ’18). Direktur Pendidikan Islam Sabilillah, Ibrahim Bawadal, menginformasikan pada tahun pendidikan 2018/2019 Yayasan Pendidikan Islam Sabilillah menerima dan menampung 138 siswa baru SD, 155 baru SMP, dan 128 siswa baru SMA.

Selain didaulat memberikan orasi pendidikan, Plt. Walikota Sutiaji, juga berkesempatan meletakkan batu pertama pembangunan kolam renang siswa Pendidikan Islam Sabilillah. Musiran, salah satu pengurus Yayasan sekaligus panitia pembangunan, menginformasikan bahwa kolam renang di desain menjadi 1 (satu) kolam dewasa dan 2 (dua) kolam renang anak anak. “Ini (pembangunan kolam renang), merupakan amanah khusus dari KH. Tholhah Hasan, dalam rangka membentuk generasi islam yang berkualitas secara paripurna, “ujar Musiran.

“Putra putri adalah amanah yang harus di jaga dengan sebaik baiknya. Masa pengenalan sekolah, tidak sekadar formalitas awal tahun pengajaran, tapi merupakan proses membangun titik temu dan menyelaraskan cara pandang (orientasi) antara orang tua siswa dengan lembaga sekolah, “tegas Sutiaji dihadapan para orang tua siswa.

Pendidikan islam solusi pendidikan millenial menjadi tema orasi pendidikan Plt. Walikota Malang. Dan ditegaskan oleh Walikota terpilih masa bhakti 2018-2013, Allah orientasi pastinya millenial, maka bila pendidikan berbasis pada ibadah kepada Nya, pasti akan selalu up date menyesuaikan jaman dan itu artinya millenial. Cara pandang sesuai dengan konteksnya, sesuai zamannya merupakan konsepsi dari millenial. Bila orientasi Allah, maka menjamin berorientasi ke depan (kekinian). Imbuh Sutiaji.
Ditambahkannya, sekolah adalah kepanjangan orang tua. Maka orientasi juga harus disasar kepada orang tua, agar ada cara dan kesepakatan pandang yang sama., sehingga tidak semata mutlak tanggung jawab dibebankan kepada sekolah.

“Anak kita ibarat tanaman. Otoritas tumbuh milik Allah. Namun bila sudah tumbuh, maka Allah titipkan tugas kepada orang tua (sebagai peladang dan ladangnya), agar bibit tanaman (anak anak) tumbuh kembang menjadi insan yang kualitas. Oleh karenanya, catatan tulis yang saya torehkan tadi melambangkan anak sebagai tanaman, “pesan Sutiaji menutup orasinya.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment