Jaga Stabilitas Harga, Gencar Operasi Pasar dan Geber Pasar Murah

Gerak simultan dilakukan kepolisian Republik Indonesia melalui jajaran di daerah (polres/polresta). Gerakan masive memerangi terorisme, diimbangi dengan optimalisasi peran Satgas Penanganan Perkara Mafia Pangan. “Kita bergerak tidak semata karena ada kejadian atau kasus, tapi juga bersifat deteksi dini, antisipasi dan cegah dini, “ujar Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri disela sela operasi pasar terkait kebutuhan pokok di kota Malang (16/5 ’18).
Menyasar pasar Oro Oro Dowo dan pasar Bareng termonitoring harga relatif stabil. Kenaikan harga terdata pada harga telur dari harga sebelumnya Rp 24 ribu menjadi Rp 24.500, serta ayam potong dari Rp 35 ribu menjadi Rp 36 ribu. Untuk bawang putih mengalami penurunan dari Rp 25 ribu menjadi 20 ribu, dan untuk kebutuhan bahan pokok lainnya relatif stabil. Demikian diinfokan Kabag Perekonomian Kota Malang, Rinawati di sela sela mengikuti giat monitoring.
Sementara itu, memasuki bulan Puasa Ramadhan 1439 H, stok berbagai barang kebutuhan pokok di Jawa Timur dipastikan aman. Kepastian ini disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo melalui Biro Humas dan Protokol Provinsi Jawa Timur. “Ketersediaan bahan pokok di Jatim secara keseluruhan sangat cukup, baik itu stoknya maupun yang terdapat di pasar-pasar di kabupaten/kota,” kata Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim.
Dikatakannya, beberapa komoditi bahkan mengalami surplus hingga bulan Juli 2018. Yakni beras, gula, cabe merah besar, cabe rawit merah, cabe merah keriting, jagung, bawang merah, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam.
Per 14 Mei 2018, lanjut Pakde Karwo, cadangan stok beras di gudang Bulog Jatim mencapai 227.462 Ton, pada bulan Juli mendatang, komoditi ini surplus 859.241 ton. Untuk komoditi gula, stok di gudang Bulog Jatim mencapai 25.762 Ton. Sedangkan produksi gula di Jatim/Tahun mencapai 1.010.447,1 Ton, dengan jumlah konsumsi mencapai 450.000 Ton/Tahun.
Ditambahkan, untuk cabe merah besar, pada bulan Mei ini Jatim surplus 569 ton, pada Juli mendatang komoditi ini mengalami surplus 1.635 ton. Kemudian komoditi cabe merah keriting stoknya masih aman dan surplus 13,631 ton pada Juli 2018.
Komoditi lainnya yang juga surplus hingga Juli 2018, imbuh Pakde Karwo, adalah jagung, yang surplus 246.254 ton. Kemudian bawang merah (surplus 17.426 ton), daging sapi (3.463 ton), daging ayam ras (30,552), dan telur ayam dengan surplus mencapai 88,762 pada Juli mendatang.
“Yang kami impor hanya dua, kedelai dan bawang putih. Untuk kedelai, tingkat konsumsi di Jatim mencapai 410 ribu ton, sedangkan produksinya mencapai 350 ribu ton atau sebanyak 37% dari produksi nasional, sehingga masih kurang 60 ribu ton” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto menegaskan upaya pemerintah menjamin harga kebutuhan pokok untuk tetap stabil, khususnya pada bulan puasa hingga Hari Raya Lebaran mendatang. “Itu yang ditekankan Pemprov kepada daerah, salah satunya terwujud melalui operasi dan monitoring pasar, bekerjasama dengan Satgas Pangan Polres Malang Kota.
“Kami (Pemkot) juga akan menggelar pasar murah dan mendorong gerakan pasar murah oleh lembaga atau pun komunitas lainnya, “timpal Rinawati saat bersama Kadisdag mengikuti operasi pasar satgas Pangan Polres Malang Kota.
Selain Polres Malang Kota dan Pemkot Malang, ikut monitoring didalamnya Kodim 0833 dan Bulog Divisi Regional Malang.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline, Mei 2018

Leave a Comment