Seminar Strategi Penguatan Pengelolaan Menuju Jurnal Ilmiah Terakreditasi

Malang-(2/4) Dalam rangka memperkenalkan jurnal pangripta edisi pertama baik cetak maupun dalam format elektronik, barenlitbang kota malang mengadakan seminar strategi penguatan pengelolaan menuju jurnal ilmiah terakreditasi di Ijen Suite resort & convention malang. Jurnal pangripta adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh barenlitbang kota malang. Jurnal pangripta berisi artikel hasil penelitian tentang kajian perencanaan pembangunan kota malang yang terbit tiap bulan Maret dan September.

Seminar ini dihadiri 140 orang berasal dari perguruan tinggi, OPD Kota Malang dan OPD dari luar Kota Malang. Hadir sebagai narasumber Prof. Dr. H. Soenyono, SH, M.Si Direktur Pasca Sarjana Universitas Wisnu Wardhana dan Moh. Ilham A Hamudy, pengelola jurnal bina praja dan jurnal matra pembaharuan.

Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan (Barenlitbang) Erik Setyo Santoso, ST. MT. menyampaikan pemerintah Kota Malang melalui barenlitbang menerbitkan jurnal ilmiah dengan nama pangripta. Ide terbitnya jurnal ilmiah ini selain melaksanakan tugas dan fungsi dibidang kelitbangan juga Kota Malang yang dikenal sebagai Kota Pendidikan, manfaat-manfatnya bisa mengakselerasi inovasi pengembangan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah. Harapannya jurnal pangripta menjadi wadah publikasi kelitbangan bagi seluruh karya ilmiah, penelitian, kajian maupun pengembangan di Kota Malang sehingga berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan dan layanan publik dari Pemerintah Kota Malang. “Saya kutip dari Ananta Pramudya Toer Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian” pungkas Erik diakhir sambutannya.

Narasumber Moh. Ilham A. Hamudy menyampaikan bahwa baik buruknya Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) bergantung pada sumber daya peneliti dan produk penelitian dan pengembangan yang dimuat dalam jurnal ilmiah. Kehadiran jurnal bereputasi menjadikan BPP sebagai lembaga yang diperhitungkan. Reputasi peneliti pun ikut terdongkrak dan juga mendapat angka kredit. “Selain itu format tampilan jurnal ilmiah harus diperhatokan mulai ukuran bidang tulisan yang konsisten dari tata letak dan tipografi/huruf antar artikel dan antar terbitan.” ujar Ilham

Selanjutnya, dialog interaktif antara narasumber dan peserta. Nurul salah satu peserta seminar yang juga dosen Universitas Brawijaya, mengucapkan selamat atas diterbitkan jurnal pangripta dan bertanya seputar koran dan majalah sebagai sumber permasalahan dan rujukan untuk penelitian.(EM)

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment