Rilis Inflasi Kota Malang Bulan April 2018

Malang – Rabu (2/5) Dalam rangka mengetahui inflasi di Kota Malang, BPS Kota Malang menggelar rilis inflasi kota malang bulan April 2018 di Kantor BPS Kota Malang.

Kepala BPS Kota Malang, Mohamad Sarjan menyampaikan bahwa pengendalian Inflasi ini benar-benar perlu dilakukan bagi pembangunan terutama sebagai pertumbuhan ekonomi. Akan ada potensi tingginya angka inflasi pada bulan Mei mendatang perlu diantisipasi. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) harus segera mengambil kebijakan untuk mengantisipasi kenaikan angka inflasi. ”Pada bulan Mei, TPID harus berhati-hati karena tarif angkutan udara naik. Apalagi melihat tren beberapa tahun terakhir, inflasi saat momen Lebaran angkanya cukup tinggi karena bertepatan dengan momen tahun ajaran baru bagi anak sekolah,” ujar Sarjan.

Sementara itu, Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Malang Dwi Handayani Prasetyowati menyampaikan ada sepuluh komoditas utama yang menjadi penyumbang inflasi di bulan April 2018. Diantaranya, kenaikan harga bawang merah, daging ayam ras, cabai merah, bawang putih, harga BBM, rokok, dan emas perhiasan. Angka inflasi Kota Malang yang mencapai 0,14% masih lebih rendah dibandingkan angka inflasi Jawa Timur yang mencapai 0,18 persen. “Kenaikan harga bawang merah sebesar 20,67 persen memberikan andil terbesar pada kenaikan inflasi April. Kemudian disusul dengan kenaikan harga daging ayam sebesar 5,77 persen,” ujarnya Dwi Handayani dan paparannya.

Namun jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2017, angka inflasi April tahun ini masih cukup rendah. Pada April 2017 lalu, inflasi Kota Malang sudah mencapai 0,35 persen. Hal itu dikarenakan tarif transportasi udara kini mengalamai penurunan sebesar 5,16 persen. “Penurunan harga tiket pesawat menjadi faktor terbesar penghambat inflasi. Selain tarif transportasi udara, harga beras yang mengalami penurunan 1,82 persen juga menjadi penghambat inflasi,” kata Dwi Handayani. (EM)

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment