Fashion Fusion Mbatik dan Music Festival 2018

Malang – Rabu(11/4) Masih dalam Rangkaian Acara HUT ke-104 Terus Bertumbuh dan Setia Melayani. Kota Malang dengan semua potensi yang dimiliki, salah satunya dibidang pariwisata, dengan Pagelaran Seni Fashion Fusion Mbatik dan Music festival 2018. Acara ini berlangsung di area parkir luar Stadion Gajayana. Kolaborasi spektakuler dengan menggabungkan antara batik fashion show, jazz gamelan orchestra dan fragmen tari anoman obong.

Pagelaran Seni ini dibuka oleh ketua TP. PKK Kota Malang dan juga ketua DEKRANASDA Hj. Astried Wahid Wahyudi. Hadir dalam pagelaran yaitu Wasto, Sekretaris Daerah Kota Malang dan kepala OPD Kota Malang serta forum koordinasi pimpinan daerah kota Malang.

Astried Wahid Wahyudi menyampaikan bahwa Fashion di Kota Malang diharapkan menjadi lokomotif dalam pengembangan industri kreatif, baik dalam memberikan nilai tambah, jumlah tenaga kerja, jumlah perusahaan maupun nilai ekspornya.

Acara Fashion Fusion Mbatik ini, tidak saja menghibur masyarakat kota malang dan sekitarnya, namun juga sebagai media untuk mempromosikan berbagai desain busana batik dari para desainer kota Malang. Promosi batik ini diharapkan dapat memotivasi animo anak muda untuk menyukai busana batik. Dengan menyukai busana batik, berarti ikut melestarikan karya luhur anak bangsa. Karya luhur budaya anak bangsa ini wajib dilestarikan agar tidak berubah menjadi milik bangsa lain.

Disamping Fashion, juga diselenggarakan musik festival. Tidak bisa dipungkiri, di kota malang jenis umkm juga bertumbuh dengan baik. Oleh karena itu, Kolaborasi kedua industri kreatif ini disamping media promosi, juga sebagai media untuk pengembangan karier masyarakat kota Malang. Dengan menyukai karya anak bangsa, berarti ikut menjaga keutuhan bangsa.(ja)

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment