Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2017

Asa Lapo Bra Menembus Top 40 Inovasi Pelayanan Publik
“Ada Zebra Mendobrak Pintu, Lapo Bra Memang Bermutu” sebait pantun yang disampaikan Refly Harun salah satu juri saat menutup penjurian dan penilaian atas inovasi pelayanan publik dari Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Pemerintah Kota Malang, yang dipapar kan secara langsung oleh Walikota Malang, Moch. Anton di acara penilaian top 99 Pelayanan Publik.

Acara yang digeber di ruang Sriwijaya Gedung Kementerian PAN dan RB RI (3/5 ’17) menjadi ajang kontestasi lembaga kementerian, lembaga negara, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota/Kabupaten, dalam unjuk inovasi pelayanan publik.
Dihadapan 3 (tiga) juri, JB Kristiadi, Refly Harun dan Wawan Sobari, walikota Malang didampingi Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Joko Yuwono, Kepala Barenlitbang Wasto, Kabag Organisasi Dwi Rahayu dan Kabag Humas Widianto, menegaskan Layanan Pojok Braille (Lapo Bra) dihadirkan sebagai langkah menangkap spirit equality (kesetaraan) untuk semua warga negara dalam mendapatkan hak hak di bidang literasi dan pendidikan.

“Tak boleh ada halangan dan hambatan bagi warga untuk maju, termasuk dari saudara saudara disabilitas tuna netra dan disabilitas lainnya untuk mendapatkan layanan pustaka. Lapo Bra hadir untuk itu, “ujar Abah Anton, Walikota Malang biasa disapa warganya.
JB Kristiadi dalam komentarnya merasa tertarik karena tidak banyak Pemerintah Daerah yang memperhatikan pada kelompok disabilitas. Secara langsung para juri juga berkomunikasi dan menguji kemanfaatan Lapo Bra kepada Pandu, salah seorang disabilitas tuna netra yang dihadirkan dalam forum penilaian.

Ada Keunikan lapo BRA yang jadi perhatian yakni 1. Pioner inovasi, layanan perpustakaan umum bagi penyandang netra yang PERTAMA, 2. Mudah dan langkep,,koleksi braille 2000 buku, berbasis teknologi informasi dan talking book serta 3. Komprehensif dan inklusif, SDM berkompeten, infrastruktur ramah disabel, dan layanan antar jemput gratis.
Berdasarkan data (2016), di kota Malang tercatat jumlah disabilitas tuna netra sebanyak 1.138 jiwa atau 0.12 % dari total jumlah penduduk kota Malang. Pemkot Malang sendiri sebagaimana disampaikan Walikota Anton, sejak 2015-2016 telah menggelontorkan anggaran khusus untuk pembinaan kelompok disabilitas sebesar Rp 3 m, dan penataan infrastruktur yang ramah disabilitas sebesar Rp 71 M. Khusus untuk pembangunan Lapo Bra sendiri mencapai Rp 3 M

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment