Kemensos Uji Coba SOP Penanganan Keluhan Melalui SLRT di Kota Malang

Malang – Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia, melakukan sosialisasi coba agenda penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan Keluhan Program Perlindungan Sosial melalui Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT), di Hotel Santika, Kamis (9/2).

Hadir dalam acara itu Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, Kepala Dinas Sosial Sri Wahyuningtyas beserta pihak dari Dinas Sosial Jawa Timur, Dinas Pendidikan Kota Malang, Bulog hingga Tim SLRT dan PKH Kota Malang. Pada kesempatan itu Sutiaji mengapresiasi sistem dari Kemensos itu karena bisa mengatasi berbagai keluhan masyarakat.

Dijelaskan pula, pelayanan kepada para penerima bantuan sosial harus lebih ditingkatkan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengoptimalkan SOP yang ada.

“Selain itu harus ada pemahaman bersama terkait dengan makna pelayanan, sehingga ini menjadi titik pangkal bersama,” kata Sutiaji.

Tak hanya itu, Sutiaji juga mengimbau agar pendataan kepada masyarakat tidak mampu harus lebih optimal. Karena kriteria tidak mampu bisa saja berubah sesuai dengan kondisi masyarakat.

“Bisa saja saat ini ada masyarakat dalam kategori mampu, namun karena dia kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) bisa berubah menjadi masyarakat tidak mampu, jadi pendataan ini penting,” tandasnya.

SLRT sendiri merupakan  sistem layanan yang dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan berdasarkan profil dalam Daftar Penerima Manfaat dan menghubungkan mereka dengan berbagai program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.

Program SLRT lahir untuk meningkatkan kualitas layanan perlindungan sosial utamanya terhadap penyaluran Beras Miskin (Raskin). Masyarakat bisa mengadu kepada pemerintah terkait dengan pelayanan melalui jalur website maupun SMS, sehingga terdapat identifikasi keluhan masyarakat dan pihak pemerintah bisa memiliki rujukan dan memantau penanganannya.

Pada tingkat Pemerintahan Daerah Kota/Kabupaten, SLRT ini dikoordinasi dan dilaksanakan oleh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) dengan berbagai tugas salah satunya.

Kasubdit Pekerjas Sosial dan Pekerja Sosial Masyarakat, Direktorat Pemberdayaan Sosial Perorangan, Keluarga, dan Kelembagaan Masyarakat, Dirjen Pemberdayaan Sosial, Kementerian Sosial, Afrizon Tanjung, berharap adanya SOP penanganan keluhan para penerima Program Keluarga Harapan (PKH) bisa menjadi panduan bagi penyelenggara SLRT dan pengelola program perlindungam sosial.

“Utamanya dalam menangani keluhan dan memastikan keluhan terkait PKH ditangani secara tepat dan cepat,” kata Afrizon. (Sa)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment