PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128.49 Dari 8 kota IHK di Jawa Timur, tercatat semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi Madiun sebesar 0.82 persen dengan IHK sebesar 125.46 persen diikuti Kediri 0.70 persen dengan IHK sebesar 124.57, Sumenep sebesar 0.65 persen dengan IHK sebesar 124.63, Banyuwangi sebesar 0.35 persen dengan IHK sebesar 123.74, Malang inflasi sebesar 0.24 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128.49, Jember 0.22 persen, dengan IHK sebesar 124.62, Surabaya sebesar 0.16 persen dengan IHK sebesar 128.18 dan Probolinggo 1.15 persen dengan IHK sebesar 124.50 persen.

Inflasi/ deflasi terjadi karena adanya kenaikan/ penurunan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan/ penurunan indeks kelompok pengeluaran. Dari tujuh kelompok pengeluaran, 6 kelompok mengalami inflasi dan 1 kelompok mengalami deflasi, yaitu kelompok bahan makanan 0.78 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0.37 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1.21 persen; kelompok sandang 1.72 persen; kelompok kesehatan 0.48 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0.20 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan -2.05 persen.

Sepuluh komoditas teratas yang mengalami kenaikan harga pada Februari 2017 antara lain: Tarip listrik, cabai rawit, tarip pulsa ponsel, mobil, bawang merah, emas perhiasan, daging ayam ras, kontrak rumah, dan wortel.

Sedangkan sepuluh komoditas terbesar yang mengalami penurunan harga pada Februari 2017 adalah: Angkutan udara, beras, semen, tomat sayur, selada/ daun selada, telur ayam ras, mujair, pisang, kelapa dan bawang putih.

Tingkat inflasi tahun kalender Februari 2017 sebesar 1.69 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2016 terhadap Februari 2017) sebesar 3.91 persen.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment