Inovasi Pengolahan Air Lindi Tembus Final Olimpiade Sains tingkat Nasional

Malang – Terobosan inovasi para anak muda Kota Malang kembali menunjukkan kualitasnya di even olimpiade sains tingkat nasional. Studi Pengolahan Air Lindi yang sebelumnya berhasil menembus ajang Penghargaan Energi di Kementerian energi dan Sumber Daya Mineral Tahun 2016, kini terpilih masuk menjadi grand finalis Olimpiade Sains tingkat nasional yang diselenggarakan Pertamina.

Rencananya, final akan digelar bulan depan di Jakarta untuk mengikuti kembali lomba dengan pesaing dari berbagai daerah. Atas raihan itu, inovasi Air Lindi yang dipelopori Hardiansyah, Gadis Maulina dan Izah dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) itu, mendapat dana dari Pertamina untuk membuat instalansi pengolahan air lindi.

Gadis Maulina salah satu anggota tim tersebut, mengatakan, sebelum masuk nominasi final, awalnya proposal mereka berhasil menyingkirkan ratusan proposal lain dari berbagai universitas se Indonesia dan berhasil masuk ke babak 45 besar.

“Setelah itu jami juga berhasil menyingkirkan peserta lain dan masuk ke babak grand final yang akan digelar pada tanggal 19 sampai 25 November mendatang,” kata Gadis Maulina.

Awalnya, inovasi pengolahan air lindi sendiri diketahui saat mengikuti lomba Inotek yang digelar Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang dan selanjutnya diikutkan berbagai kompetisi termasuk yang digelar Pertamina.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang, H. Moch Anton, mengaku cukup bangga karena para anak muda di kota pendidikan ini tidak pernah berhenti mencari inovasi terbaru di berbagai bidang.

Wali kota yang akrab disapa Abah Anton itu menambahkan, dengan banyaknya inovasi dan kreasi, khususnya dari anak muda, bisa membawa dampak positif bagi warga masyarakat Kota Malang.

“Seperti inovasi Air Lindi yang menghasilkan energi, ini temuan yang cukup membanggakan dan diakui kalangan akademisi tingkat nasional bahkan juga oleh Kementerian ESDM,” kata Abah Anton.

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Malang itu, berharap dukungan dan doa dari masyarakat, agar inovasi Air Lindi bisa menjadi yang terbaik dalam ajang olimpiade sains tersebut.

“Pemkot Malang sangat mendukung inovasi dan kreatifitas anak muda,” imbuhnya.

Ide munculnya inovasi Air Lindi bermula dari fakta laju pertumbuhan penduduk yang tinggi diikuti gerak urbanisasi yang cukup pesat, sehingga sampah naik sekitar 600 – 800 ton tiap harinya. Hal itulah yang diamati oleh para ilmuwan dari UB dan melihat potensi sampah itu menghasilkan 800 Liter air lindi per hari nya.

Dalam kajian ilmiah air lindi merupakan cairan yang dihasilkan dari pemaparan air hujan pada timbunan sampah, ia membawa materi tersuspensi dan terlarut yang merupakan produk degradasi sampah, komposisinya dipengaruhi beberapa faktor seperti jenis sampah terdeposit, jumlah curah hujan di daerah TPA dan kondisi spesifik tempat pembuangan tersebut.

Mengandung senyawa organik seperti Hidrokarbon, Asam Humat, Sulfat, Tanat dan Galat dan senyawa anorganik seperti Natrium, Kalium, Kalsium, Magnesium, Khlor, Sulfat, Fosfat, Fenol, Nitrogen dan senyawa logam berat yang tinggi. Sehingga keberadaan air lindi yang dibarengi dengan inovasi dan teknologi di sekitar TPA Supit Urang dapat dijadikan sebagai sumber energi listrik terbarukan. (Sa)

WhatsApp Image 2016-10-25 at 7.59.11 PM WhatsApp Image 2016-10-25 at 7.59.12 PM WhatsApp Image 2016-10-25 at 7.59.13 PM

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment