Masjid Baiturohiim Balaikota Gelar Sholat Jumat Perdana, Walikota Sutiaji selaku Khotib

Ada yang istimewa pada jumat 5 Juni 2020 di masjid Baiturohiim Balaikota Malang. Istimewa pertama, karena ini merupakan sholat jumat pertama digelar kembali usai melewati masa pandemic covid pada periode pra PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) maupun pasca PSBB diberlakukan di kota Malang. Istimewa kedua yang bertindak selaku khotib dan imam sholat jumat adalah Walikota Malang Sutiaji.
“Ini (bagian) menandai kita sedang memasuki masa transisi menuju tata kehidupan yang baru di tengah tengah covid 19. Bahwa kita tidak bisa terus menerus menghentikan aktifitas ekonomi. Pun demikian dengan aktifitas peribadatan. Kita semua rindu berjamaah, namun di tatanan kehidupan yang baru semua itu kita lakukan dengan disertai kedisiplinan dalam menerapkan dan mengikuti protokol covid 19, “tutur Ustadz Sutiaji, demikian Walikota Malang tak jarang disapa warganya.
Oleh karenanya, kepada jamaah masjid Baiturohiim pada khususnya dan ummat Islam kota Malang pada umumnya, dalam pelaksanaan sholat jumat saya minta untuk memperhatikan (1) adanya alat pengukur suhu tubuh (thermo scan gun), dan bila dalam pengukuran suhu tubuh didapati 37,5 derajat celcius maka diminta untuk pulang dan beribadah dirumah dan selanjutnya untuk periksa ke puskesmas terdekat, (2) kepada para jamaah juga dihimbau untuk memasukkan alas kaki (sandal) ke dalam tas kresek, (3) diupayakan membawa sajadah sendiri sendiri, (4) pengaturan shof dengan memperhatikan kaidah jaga jarak / physical distancing, (5) wajib menggunakan masker, (6) materi khotbah jumat diperpendek, (7) bila jamaah membludak maka dimungkinkan sholat jumat dilakukan 2 kloter bergantian, serta (8) disediakan handsanitizer. Demikian dipesankan alumni IAIN Malang diawal khotbahnya.
Pada khotbah jumatnya, ustadz Sutiaji juga mengingatkan bahwa kuasa dan kebesaran hanya milik Allah SWT. Sehingga tak sepantasnya manusia itu sombong, mengagungkan diri sendiri, merasa benar sendiri dan memandang orang lain selalu dalam kaca mata negatif. “Saat ini kita diingatkan dan diberi pelajaran yang sangat berharga, hanya dengan makhluk sangat kecil, super mikro yakni virus corona, kita bertumbangan, ekonomi mengalami resesi di seluruh negara. Ini pelajaran dan harus ambil hikmahnya, “ingat dan pesan Sutiaji kepada para jamaah.

 

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment