Sutiaji : Kedepankan Kearifan Lokal

Pelaku dan penggiat tata ruang (arsitek, red) harus memiliki visi pembangunan yang berkelanjutan dan menguatkan nilai nilai (kearifan) lokal. Demikian diutarakan Walikota Malang, Sutiaji, saat menghadiri Munas IALI (Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia) yang digelar di hotel Montana Malang, jalan Kahuripan (1/11 ’19).

“Pengedepanan kearifan lokal ini bagian dari menguatkan salah satu dari 6 pilar kota Malang Masa Depan (the future of Malang), yakni Malang City Heritage, “ujar Sutiaji. Penting bagi Walikota penghobby bulu tangkis ini untuk meletakkan dasar dasar serta komitmen para penggiat arsitek dan landscape untuk terus menggali karakteristik dan kekhasan daerah (heritage Malang).

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak yang membuka resmi Munas IALI, menegaskan arsitek dan lansekap penting bagi perwajahan sebuah kota. “Yang harus diperhatikan bukan semata economic growth, tapi harus memperhatikan pula mobility dan activity growth. Artinya, sebuah lansekap harus mampu memproyeksi sebaran sebaran simpul populasi maupun simpul ekonomi. Sekarang ada kecenderungan muncul cluster cluster yang justru menjadikan komunitas terpilah terpilah. Muncullah area eksklusiif, area dengan komunitas tersendiri. Ini tidak bagus, karena terjadi community block. Maka saya leboh cocok dengan pendekatan compact city yang mampu mengharmonisasikan semua klas dan semua elemen yang dibutuhkan semua populitas. Rural lansekap harus dikuatkan daripada urban lansekap.
Menyinggung pembangunan ibukota yang direncanakan di Kalimantan, harus juga ditangkap pula oleh para pelaku lansekap Jawa Timur untuk ikut mewarnainya.

“Maka saya harap muncul ide ide baru serta segar dari Munas IALI. Termasuk mengeksplore kekayaan flora Indonesia sebagai ciri khas lansekap Indonesia.

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment