Pertama di Indonesia, Lelang Kinerja di gagas Walikota Malang Sutiaji

“Tantangan”, kosa kata itu yang diberikan Walikota Sutiaji kepada Kepala Perangkat Daerah pada geberan Lelang Kinerja Perangkat Daerah yang digelar di ruang Ngalam Command Center (12/11 ’18).

“Ya, memang kita tantang. Karena saya rancang lelang kinerja, dan ini insya Allah yang pertama di Indonesia, tak lain untuk mengukur secara tepat target kinerja yang dibuat Perangkat Daerah, “tegas Pak Ji, demikian Walikota Malang akrab disapa. Ditambahkannya, tantangan krusial yang diberikan bersifat absolut kuantitatif. Tentukan titik nolnya, dan titik akhirnya serta berbasis data. Semisal, terkait langkah upaya menekan angka kematian ibu hamil, maka saya harus tahu dan OPD harus punya data terkait angka dasar yang dijadikan pedoman pengukur. Bahkan data itu harus terinci dan terhubung pada data pendukung, dalam hal ini bila dikaitkan contoh (angka kematian ibu hamil), maka Dinkes harus tahu berapa jumlah ibu hamil di kota Malang, berapa yang sudah memasuki kehamilan 8 bulan, dari sekian ibu hamil mana yang tercluster dalam kelompok pra sejahtera atau pun berada pada wilayah rentan asupan gizi rendah, dan baru dari sana, Saya bersama tim akan menguji sekaligus menantang berapa jumlah yang ditarget untuk mengurangi angka kematian ibu hamil dan apakah harus dituntaskan 5 tahun, “papar Sutiaji sedikit memberi gambaran maksud dari Lelang Kinerja. Selanjutnya Kepala Perangkat Daerah akan diberikan penawaran target dari Tim, yang mencakup aspek waktu maupun agregat capaiannya. Kesediaan maupun ketidaksiapan Kepala Perangkat Daerah atas target yang dilelangkan tersebut akan dituangkan dalam dokumen pakta integritas kesanggupan.

“Kita coba terapkan Pendekatan Tematik, Holistik dan Integratif. Pembangunan itu harus fokus pada tema tertentu (tematik), melingkupi keseluruhan proses penyelesaian masalah (holistik) dan dikeroyok oleh banyak urusan dan perangkat daerah (integratif)”. Ujar Walikota Malang ini dengan nada yang tegas.

“Waktu kita terbatas, anggaran kita terbatas, jadi semua harus clear terkait siapa? melakukan apa? ukuran kinerjanya apa? targetnya berapa?. Inilah pemerintahan yang efektif yang saya cita-citakan”. Imbuh Sutiaji

Saat ditanya, apakah pakta integritas atas Lelang Kinerja tersebut ada konsekuensinya, dengan tegas Walikota Sutiaji menyatakan “Tentu ada konsekuensinya, saya sangat memahami. Jika kita meminta orang bekerja dengan sangat serius, maka kita juga harus berfikir reward bagi prestasi mereka. Mekanisme reward sedang kita rumuskan, dengan mempertimbangkan banyak hal. Misal, inovasi dia dalam bekerja, resiko yang mereka tanggung. Kita akan dorong agar ASN kita inovatif, tidak suka perjalanan dinas ke luar kota, tapi cukup membangun inovasi di dalam dan mereka mendapat rewardnya. Demikian juga punishmentnya tegas, kita merujuk kepada peraturan perundangan yang berlaku”

Sementara itu, Lelang Kinerja hari pertama diikuti Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Perdagangan. Mengukur sejauh mana Perangkat Daerah mampu menangkap, menjabarkan serta mengaktualisasikan misi Walikota Sutiaji dan Wakil Walikota Sofyan Edi Jarwoko dalam target kinerja yang terukur, berbasis data dan jelas, menjadi sajian yang dipaparkan semua Kepala Perangkat Daerah dihadapan Walikota, Sekkota dan Tim Penilai yang berasal dari akademisi. “Saya ingin semua berbasis data, tidak mengada-ada, dan data yang disajikan harus punya pembanding. Ini soal ketepatan sasaran pembangunan, jadi saya harus tegas”. Lelang kinerja ini direncanakan berlangsung dua hari, putaran ke – 2 agar digeber pada selasa 13 Nopember, masih di Ngalam Command Center Pemkot Malang.

 

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment