Pasar Takjil Soetta Dalam Sorotan

Berkali kali tak berijin dan “berani” mencatut logo Pemkot Malang, membuat geram Walikota Malang H. Moch. Anton. “Saya heran, tanya ke OPD OPD (organisasi perangkat daerah), jawabnya tidak ada yang tahu proses ijinnya. Sementara saya selalu dikomplain dan mendapat keluhan dari warga maupun pengguna jalan di Soekarno Hatta karena aktifitas jualan takjil yang selalu menutup jalan dan menimbulkan kemacetan parah. Untuk itu saya perintahkan dimasukkan pengaturan tentang aktifitas pasar takjil dalam klausul pengumuman tentang kegiatan selama bulan ramadhan, dan khusus untuk pasar takjil di Soekarno Hatta saya minta kepada jajara OPD terkait bersinergi dengan Polres Kota untuk menindak tegas apabila pelaksanaannya tidak sesuai ketentuan dalam pengumuman serta melakukan tindak pencatutan logo Pemkot, “ujar Abah Anton.
Ditambahkan Walikota yang hobby blusukan dan berdialog dengan warga secara langsung ini, bahwa “pencatutan” logo sesungguhnya sudah merupakan tindak pidana. Sekarang kita masih ingatkan dan kemarin hari, Saya sudah perintahkan Satpol untuk membongkar baliho yang menggunakan logo Pemkot. Sekali lagi “tanpa ampun”, kita beri sanksi tegas. Ini panitia, seakan mereguk keuntungan di atas dalih persetujuan Pemkot, “tegas Walikota Anton, yang akan memasuki masa jabatan yang ke dua kalinya. Tentu hal yang sama saya tegaskan kepada penyelenggara kegiatan yang semacamnya. Imbuh Abah Anton.
Sebagai tindaklanjut Pemkot Malang telah melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha hiburan/hotel/restoran/pub/karaoke di hotel Haris (24/5’17) tentang pengaturan kegiatan selama bulan Ramadhan. Dimana dalam Pengumuman Walikota Nomor 3 Tahun 2017, selain mengatur operasional tempat tempat kegiatan pariwisata (hotel/pub/karaoke dll) seperti tahun tahun sebelumnya, juga secara khusus ditambahkan pengaturan terkait kegiatan pasar takjil.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment