Tata Ruang Kota Malang, Walikota Sutiaji Minta TKPRD Perkuat Koordinasi

Malang – Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji, memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD), Selasa, (06/04/2021). Bertempat di Ijen Suites Resort and Convention, kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang.

Rapat TKPRD ini digelar guna membahas permasalahan yang ada di lapangan. Diantaranya mengenai Konflik Peraturan Zonasi, Pembatasan Ketinggian Bangunan, penyesuaian antara narasi perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dengan ketentuan teknis Peraturan Zonasi, serta Pengganti Zona Terbuka Hijau (RTH).

Dalam arahannya, Walikota Sutiaji menyampaikan bahwa perlunya peninjauan lebih dalam mengenai RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dan RDTR. Dirinya juga berharap agar lebih memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi eksisting yang ada, terlebih untuk bangunan yang telah berdiri sebelum regulasi tersebut diterbitkan.

TKPRD sendiri merupakan tim ad-hoc yang dibentuk untuk mendukung penataan ruang di daerah provinsi dan di daerah kabupaten/kota. Dengan mengintegrasikan berbagai kepentingan yang bersifat lintas sektor, lintas wilayah, dan lintas pemangku kepentingan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 116 tahun 2017 Tentang Koordinasi Penataan Ruang Daerah.

Mengingat kondisi eksisting yang terjadi di Kota Malang belum sesuai dengan peraturan yang berlaku, Walikota Sutiaji berharap adanya prinsip koordinasi yang lebih detail guna mewakili kebutuhan tersebut.

“Prinsip dari koordinasi kita dalam rangka ke depan harus dalam posisi yang lebih baik. Yang namanya perubahan itu harus lebih detail dan menuntut kejelian kita. Ayo berkolaborasi, pihak yang terkait memberi informasi kepada tim ini sehingga ke depannya perencanaanya benar-benar futuristik,” tegas Walikota Sutiaji.

Selain itu, harapan Walikota Sutiaji dengan tata kelola ruang yang baik mampu mengurai permasalah kemacetan yang kerap terjadi. “Perencanaan kita meminimalisir kemacetan. Karena begitu muncul bangunan baru, ketika lalu-lintas tidak dikuatkan akan ada kemacetan dan penumpukan. Harus ada penyusunan tata ruang yang lebih baik dan terintegrasi,” tegasnya.

Terakhir, Walikota Sutiaji berharap kegiatan serupa dapat digelar kembali dengan melibatkan peran tenaga ahli dari berbagai bidang, seperti planologi, pengairan, hingga transportasi guna tersusunnya hasil perencanaan yang lebih baik. (sfr)

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment