Dialektika Keagamaan ala Walikota Malang Di Tengah Agenda Pra Kongres JKPI

Yang satu Walikota, satunya seorang scientist. Ke duanya dipertemukan dalam forum kajian shubuh di Masjid Raya Banda Aceh (28/3 ’21). Mereka adalah Walikota Malang Sutiaji dan Prof. Dr. Taruna Ikrar, Pengurus KKI (Konseling Kedokteran Indonesia). “Bersyukur kepada Allah SWT, ini bertepatan kami satu gelombang, di mana bertepatan kami sama sama diberi kepercayaan jamaah di daerah masing masing untuk memberikan ceramah dakwah keagamaan. Dan hari ini saya berkesempatan ikut mendengarkan ceramah Profesor Taruna Ikrar, yang membuka cakrawala jamaah bahwa Islam itu agama yang ilmiah dan syarat keilmuan, “ungkap Ustadz Sutiaji, tak jarang Walikota Malang akrab disapa warganya.
Bak sahabat lama, meskipun ke dua tokoh tersebut baru berkenalan. Saling berbagi fikir dan berbagi kontak. “Saya tunggu selalu komunikasinya Pak Wali. Saya sungguh bergembira bisa saling bertukar fikiran dan menggali lebih jauh kedalaman ilmu Al Quran, “respon Profesor Taruna Ikrar.
Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D. , adalah dokter dan seorang ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf. Sejak January 2017 diangkat sebagai Professor dan Dekan di Biomedical Sciences, The National Health University, California, Amerika Serikat. Taruna Ikrar adalah salah satu dari beberapa penulis yang mempopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) lewat sebuah artikel yang dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012.
Alumni Universitas Hasanudin ini juga salah satu pemegang paten metode pemetaan otak manusia sejak tahun 2009, berdasarkan metode ini para ilmuwan berhasil menggambarkan dinamika yang terjadi pada otak manusia dengan rinci. Pada tahun 2014 ia bersama peneliti-peneliti lain melakukan penelitian bahwa kualitas tidur sangat dipengaruhi oleh keseimbangan hormon, terutama kadar melanin-concentrating hormone (MCH), hasil penelitiannya ini dipublikasikan dalam Journal Physiology.
Pada ceramah shubuh di Masjid Raya Banda Aceh, Taruna Ikrar ada 2 hal yang harus dibangun dalam otak manusia yakni grounded Mind dan Transformasi Mind. “Grounded Mind mengarah pada manajemen otak untuk mampu menghantarkan manusia dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Dan manusia tidak boleh berhenti hanya pada titik ini, ia harus mampu mengembangkan Transformasi Mind yakni kemampuan mengeksplorasi cita, mimpi dan angannya. Karena satu sel saraf otak manusia itu sesungguhnya setara dengan puluhan ribu prosesor laptop/komputer, “jabar Pria kelahiran Makassar tersebut.

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment