Bung Edi : “Klinik Medis (Hasna Medika) Harus Kedepankan Promotif”

Pada acara grand opening Klinik Jantung Hasna Medika Malang (minggu, 6/12 ’20), Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengutarakan angka kasus covid 19 di kota Malang sedang menunjukkan trend naik. Langkah langkah promotif dan preventif terus gencar dilakukan, namun merubah kebiasaan dan perilaku itu memang tidak mudah serta perlu proses.
“Atas hal itu, maka saya sambut positif dan apresiasi atas misi promotif serta preventif yang dijalankan Hasna Medika. Karena tentu menjadi bagian penting dan strategis untuk mewujudkan kota Malang yang sehat. Lebih lebih ini klinik jantung yang pertama di kota Malang, “tutur Bung Edi, demikian Wawali Malang akrab disapa.
Kehadiran klinik juga akan memberi rentang kendali layanan yang dekat dengan masyarakat. Oleh karenanya, saya harapkan mampu jadi faskes yang ikut membentengi masyarakat dari penyakit jantung yang masih menduduki peringkat pertama penyakit “pembunuh” sekaligus berperan mencegah dan menanggulangi covid 19. Demikian ditambahkan Wawali Edi.
Direktur Klinik Jantung Hasna Medika cabang Malang, dr. M. Jauhari Wafi, mengingormasikan klinik ini cabang ke 6 dari PT. Hasna Medika Grup serta yang pertama di kota Malang. Misi utamanya adalah edukasi pentingnya menjaga kesehatan jantung melalui pola pola promotif, preventif hingga kuratif.
dr. Gugun Iskandar selaku Dirut PT. Hasna Medika, menuturkan klinik efektif beroperasional per senin 7 Desember 2020. Dirintis mulai januari 2020, namun terhenti (4 bulan) karena terpaan covid, dan kembali dimulai juli 2020 hingga desember 2020 dilaunching.
Sementara, Profesor Janggan, mengutarakan, 67 % dana bpjs terserap pada penanganan penyakit jantung dan ginjal. Maka ini yang jadi perhatian, dan untuk meminimalisir agar tidak makin banyak dana (BPJS) tersedot, maka pola pola promotif dan preventif lebih dikedepankan oleh Hasna Medika.

 

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment