NEWLIFE Solidarity A Charity Art Exhibition

Pameran lukisan yang didedikasikan untuk amal sosialdengan peduli berbagi dari hasil penjualan lukisan 50% untuk yayasan sosial yatim piatu dan masyarakat yang terdampak covid 19, bekerjasama dengan Lumpang Space and Cafe. Mengajak, mengetuk empati seluruh pecinta seni, pemerintah dan dinas terkait, kolektor, masyarakat pada umumnya bersama-sama untuk berpartisipasi di dalam perhelatan acara tersebut. Dengan spirit kebersamaan dan solidaritas sesama diharapkan bisa terbangun sinergi antara pelaku seni, budaya dan masyarakat, khususnya di kota Malang.

Pandemi virus Corona (Covid-19)berpengaruh sangat besar terhadap segala aspek kehidupan masyarakat. Membaca fenomena sosial dewasa ini menjadi menarik lantaran masyarakat ke depan harus beraktifitas kembali dengan cara “berdamai” dengan virus Corona untuk menciptakan kenormalan baru dalam kehidupan. Manusia sebagai makhluk sosial tentu mengalami gagap tradisi dengan adanya pembatasan berkumpul dan berinteraksi bahkn dalam bentuk tatanan baru kehidupan. Ada aspek positif dan negatif dari situasi menantang ini yang turut membentuk dinamika masyarakat agar segera bangkit dari keterpurukan. Dalam situasi sulit ini, lahir pula berbagai gerakan sosial yang kreatif dan solidaritas kemanusiaan untuk mengurangi beban masyarakat dari tekanan ekonomi yang berat. Semua itu merupakan fenomena sosial yang akan berdampak terhadap kehidupan masyarakat ke depan.

Seniman sebagai bagian dari masyarakat turut pula merasakan dampaknya. Dan banyak pula seniman yang memandang kondisi Covid-19 dengan keterbatasan sebagai sumber inspirasi dan kreatifitas dalam berkarya. Dalam rangka menyikapi dampak pandemi Covid-19 dan sebagai bentuk kepedulian seniman, 6 seniman kota Malang menggelar pameran amal bertajuk “NEWLIFE Solidarity” yang diselenggarakan di Warkop LUMPANG Space & Cafe milik Sulistyo Dion, Ruko Mutiara Jingga Residence jl. Loncat Indah BB-9 Tasikmadu, Lowokwaru, Malang. Pameran berlangsung 24-30 Oktober 2020 dengan menyuguhkan 25 karya dengan beragam pokok perupaan, gaya dan corak ekspresinya. Anjanis Maliki menampilkan 4 karya, Bustaf Abid 2 karya, Gatot Arbun 5 karya, Juwari Tamanadji 5 karya, Masari Arifin 5 karya dan S. Drajad 4 karya. Karya yang terjual selama pameran 50% akan disumbangkan untuk Yayasan sosial dan mereka yang mengalami dampak berat Covid-19.

Lewat pameran ini setidaknya seniman turut berpartisipasi dalam menggalang dana dan pentingnya tolong menolong, saling peduli antar manusia dan saling menguatkan di tengah ketidakpastian.

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment