Penyerahan Penghargaan KIPP Kota Malang Tahun 2020 dan Penerimaan PCR dari Sampoerna.

Apel pagi karyawan-karyawati di lingkungan Pemkot Malang hari Senin (2/8) Walikota Malang, H. Sutiaji, Wakil Walikota Malang, H. Sofyan Edi Jarwoko menyerahkan penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kota Malang Tahun 2020 dan bantuan dari PT HM Sampoerna Tbk berupa 1 set mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) dan 100 unit Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Penghargaan 6 (enam) terbaik KIPP Tahun 2020 ini untuk inovasi SEGAR KAGEMI (Semua Segar dengan Kantin Gemar Makan Ikan) dari SMPN 10 Kota Malang, BERSUAMI (Bermain Simulasi Administrasi Kependudukan) dari dispendukcapil, RUMAH DIAPERS (Klinik Pengelolaan, Pembersihan, Pelatihan Sampah Popok) dari puskesmas polowijen, PTS (Peran Teman Sebaya) untuk program zonasi dari SMPN 1 Kota Malang, TONGSIS (Kantong Sampah Siswa) dari SMPN 18 Kota Malang dan BOM (Bargaining On Mall) dari disnaker PMPTSP. Selanjutnya ketiga inovasi terbaik tersebut diikutkan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Timur (KOVABLIK Jatim) 2020 dan inovasi SEGAR KAGEMI dan RUMAH DIAPERS masuk dalam top 45 KOVABLIK Jatim 2020.

Selanjutnya, Pemerintah Kota Malang menerima bantuan 1 set mesin PCR dan 100 unit APD lengkap dari Sampoerna. Mesin PCR ini diharapkan dapat mempercepat proses deteksi warga yang diduga terpapar virus Covid-19. Bantuan ini akan mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat penanganan Covid-19 yang pada muaranya akan dapat menekan dan menghentikan penyebaran pandemi virus corona ini. “Kami ucapkan terimakasih kepada pak kukuh cs yang hari ini menyerahkan mesin PCR sehingga hari ini ada SWAB bisa jadi sorenya sudah tahu hasilnya sehingga akan melakukan 3T bisa berjalan dengan baik dan seluruh ASN saya mohon sekali lagi panjengan menjadi garda terdepan mensosialisasikan protokol covid 19” pesan Walikota Sutiaji saat memimpin apel pagi.

Dengan bantuan PCR ini, akan mempercepat kepastian pasien terkonfirmasi positif covid-19. Semua sampel Swab Kota Malang akan di fokuskan ke alat ini. “Kita tidak bisa melakukan tracing, Training Pelatihan kepada masyarakat sebelum ada kepastian orang ini terkonfirmasi positif atau tidak. OTG –OTG juga kita tidak bisa menentukan, hari ini aja informasi Swab itu ada yang dari tanggal 15, berarti Jeda pengambilan Swab dengan hasil lambat serta tercecer. Kalo kita punya, khusus untuk Kota Malang mungkin kita concern PCR kita sendiri saja biar hasilnya terpantau” ujar Pak Aji panggilan akrab Walikota Malang.

“Kapasitas alat disampaikan kami, ada 32 sampel setiap setengah jam, tinggal kalikan saja. mudah-mudahan ini juga bisa membantu yang lain tidak hanya kota Malang saja” pungkas Pak Aji (EM)

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment