Terdampak Covid, Mahasiswa Sumba Barat dan Samosir Curhat ke Walikota Sutiaji

Puluhan mahasiswa kabupaten Samosir dan kabupaten Sumba Barat “mengadu” ke Walikota Malang untuk bisa difasilitasi komunikasi dengan Bupati atau Pejabat di kampung halamannya. “Sejak covid 19 memapar kota Malang, kami tak bisa pulang hingga hari ini. Dan, sekian waktu, karena juga keterbatasan pasokan dana dari kampung halaman, menjadikan kami merasa seperti anak kehilangan induknya, “ujar hlyda perwakilan mahasiswa yang hadir di Ngalam Command Centre (NCC)

Merasa kurang mendapat perhatian, perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Orda (Organisasi Daerah) memberanikan diri untuk curhat ke Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto. “Iya adik adik mahasiswa sempat datang ke ruang kerja dan menceritakan beban selama masa covid ini. Ada yang bertutur sampai tidak bisa makan secara teratur karena uang saku semakin sulit. Sementara pulang pun tidak bisa, disisi lain ada kesulitan untuk mengaduh ke pemerintah daerahnya. Karenanya kita fasilitasi untuk bisa vidcon dengan kepala daerah serta pejabat pemdanya. Tentu saya ajak komunikasi dulu masing masing Sekdanya, dan Alhamdulillah berkenan, “tutur Wasto atas ikhwal dilakukannya vidcon antara kota Malang, kabupaten Sumba Barat, kabupaten Samosir dengan masing masing mahasiswa dari 2 kabupaten dimaksud.

Dihadirkan di ruang NCC Pemkot Malang (26/6 ’20), para mahasiswa ikut aktif berkomunikasi dengan kepala daerah dan pejabat di kampung halamannya. Yang membuat mereka merasa suka cita dan makin terwadahi karena ikut secara langsung dalam vidcon tersebut Walikota Malang Sutiaji.

“Saya harus menyempatkan waktu mendampingi adik adik (mahasiswa), karena mereka sesungguhnya adalah anak anak kami pula. Sedih hati saya mendengar cerita, anak anakku ini sampai mengeluhkan kesulitan makan. Dan, kepada adik adik rantau ini juga sudah ada skema bantuan sembako. Selain itu, kita (Pemkot Malang) juga telah menskemakan bantuan yang dilewatkan masing masing perguruan tingginya. Tentu dengan kemampuan anggaran yang dimiliki, “urai Pak Aji kepada koleganya Bupati Sumba Barat, dan juga kepada Sekkab Samosir serta para mahasiswa dari kabupaten Sumba Barat dan kabupaten Samosir.

Ibaratnya saya ini “Bapak Angkat” kalian semua, tentu akan kami perhatikan. Namun hari ini, kalian, kita pertemukan dengan “Bapak Kandung” (Pejabat Daerahnya), karena kerinduan kalian untuk berkomunikasi langsung. Ujar Walikota yang gemar banget masakan pedas tersebut.

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya silahturahmi virtual ini. “Kami siap bantu, terima kasih adik-adik, pikiran-pikiran adik itu baik untuk kepentingan teman-teman semua. Kami akan lakukan untuk membantu mereka yang ada di malang, untuk kepentingan kedepan” ujar bupati Niga Dapawole yang pernah kuliah juga di Kota Malang dan tinggal di wilayah Dinoyo.

Sekda Kabupaten Samosir Drs Jabiat Sagala, M.Hum juga mengapresiasi kegiatan ini. “Terima kasih dan kami sudah mendapatakan apa yang menjadi apresiasi mahasiswa samosir yang ada di Kota Malang” ujar Jabiat Sagala. Selanjutnya Jabiat juga berpesan agar adik-adik mahasiswa untuk tetap bersatu padu dan mengambil peran aktif dalam mencegah dan menangani pandemi covid-19 ini.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment