Rumah Dibelakang Gedung APDN Ambrol

Langit mendung, namun hujan belum turun, tetapi gerak tanah tak mengenal cuaca. Dan, blar suara bangunan runtuh mengagetkan warga yang berdomisili di kawasan jalan Bareng Taman Bunga, RT 05 RW 02 Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang (20/2 ’20). Separuh badan rumah yang berdiri di pinggiran bantaran sungai ambrol tertarik ke sungai yang ada di belakang permukiman padat penduduk tersebut.
Kejadian itu pun cepat direspon Pemkot Malang. Camat Klojen Heru Mulyono bersama Lurah Bareng Dwi Cahyono beserta jajaran staf dan didukung Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung melakukan evakuasi penghuni bangunan serta mengamankan perabot yang bisa terselamatkan.
Walikota Malang Sutiaji, usai memberikan pembekalan kepada Komite Sekolah, Ketua Yayasan dan Kepala SD di Ubud Hotel, langsung bergerak ke titik lokasi beserta tim Humas Kota Malang. “Lihat kontur dan posisi bangunan, ini memang rawan bencana, dan dari jejak rekam peristiwa (kejadian), ini sudah yang ke tiga kalinya. Tahun kemarin 2 kali, dan sekarang ini. Dan saya cermati kerapatan bangunan di sini juga sangat padat dan ada yang menyebabkan penyempitan lebar sungai. Artinya kembali perilaku, jadi saya ajak dan himbau untuk ramah lingkungan, “tegas Pak Aji.
Mengingat hunian di belakang gedung APDN tersebut kebanyakan menyewa tanah pemkot selama bertahun tahun, maka Walikota Malang menekankan tertib lingkungan. “Jangan seenaknya menambah bangunan yang justru menciptakan kerawanan, saya minta jajaran untuk terus kontrol dan beri peringatan, kalau perlu cabut ijin pemanfaatannya kalau tidak patuh, “ungkap Sutiaji.
Usai mencermati kondisi kejadian, suami Hj. Widayati Sutiaji itu berkesempatan memberikan bantuan kepada perwakilan keluarga terdampak.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment