Workshop Penulisan Konten Lokal Kota Malang Diharapkan Angkat Nilai Sejarah

Malang – Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang menggelar Workshop Penulisan Konten Lokal dengan tema “Eko-Sosio-Kultura Lokal Kota Malang dalam Perspektif Historis” di Regent’s Park Hotel, Jl. Jaksa Agung Suprapto 12-16 Kota Malang pada hari Rabu (19/2).

Seiring perkembangan zaman, sejarah kota di seringkali tidak dikenal akrab oleh generasi muda; terlebih saat ini, kita berada di era millenial dengan perkembangan teknologi dan menghadapi revolusi industri 4.0.

Mendasar pada hal itu, Pemkot Malang memiliki alasan kuat untuk kembali mengenalkan sekaigus mempertahankan sejarah kepada generasi muda; salah satunya melalui tulisan.

Melalui lomba penulisan “Eko-Sosio-Kultura Lokal Kota Malang dalam Perspektif Historis”; Walikota Malang, H. Sutiaji berharap agar berbagai seni, budaya, dan sejarah yang ada harus mampu dinikmati setiap orang; Hal ini juga yang diharapkan mampu dikembangkan para anak muda.

“Ini dalam rangka untuk membendung bahwa kita tidak asing dengan lingkungan sendiri. Sesuai dengan komitmen kami ingin membentuk anak berkarakter, itu salah satu diantaranya dia mampu merefresh apa yang dulu pernah terjadi, dan dia mengenang nilai kesejarahan di lingkungannya,” ujarnya.

Bahkan nantinya, dijelaskannya mulai dari jajanan sampai asal-usul nama desa atau kelurahan di Kota Malang juga bisa digali. Adakah makna sebelum muncul nama-nama seperti kawasan Dinoyo, Mbethek, dan yang lainnya itu.

Sehingga, ketika nanti sudah bisa dipublikasikan orang akan mudah mengenali Kota Malang seperti apa. Tentunya, dengan beragam cerita history yang dipunya.

“Saya ingin mulai jajanan sampai asalu usul nama desa. Ini perlu investigasi, nah harapan saya nanti begitu muncul karya-karya anak ini bisa dipertanggungjawabkan walaupun dasar. Sehingga para pemuda ke depan juga akan mempunyai jiwa bahwa dia harus menghormatu karya-karya zaman dulu yang spektakuler,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang, Suwarjana menyatakan tema muatan lokal ini diambil untuk mengangkat setiap wilayah yang di miliki Kota Malang. Dengan sejumlah 57 Kelurahan yang dipunya, nantinya setiap peserta yang lolos akan bisa membuat tulisan dari masing-masing kelurahan.

“Kita ada 80-100 peserta dari mahasiswa, siswa sekolah dan umum, semuanya mengangkat Eko-Sosio-Kultura Lokal Kota Malang dalam Perspektif Historis itu. Nantinya, mereka akan dibagi yang lolos 57 besar akan menuliskan untuk wilayah mana,” terangnya.

Melalui perlombaan yang ditargetkan akan selesai pada 1 April 2020 mendatang, buku-buku nilai-nilai history lokal Kota Malang akan menjadi rujukan. Apalagi, koleksi muatan lokal di Perpustakaan Kota Malang menurut dia masih cukup minim.

“Itu memang menjadi salah satu angan-angan kami di perpustakaan. Koleksi kami itu ada 192 ribu buku, tapi masih minim muatan lolalnya. Ini salah satu pendukung untuk mengawali pembuatan tulisan muatan lokal itu,” ungkapnya. (Ts)

Malang – Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang menggelar Workshop Penulisan Konten Lokal dengan tema “Eko-Sosio-Kultura Lokal Kota Malang dalam Perspektif Historis” di Regent’s Park Hotel, Jl. Jaksa Agung Suprapto 12-16 Kota Malang pada hari Rabu (19/2).

Seiring perkembangan zaman, sejarah kota di seringkali tidak dikenal akrab oleh generasi muda; terlebih saat ini, kita berada di era millenial dengan perkembangan teknologi dan menghadapi revolusi industri 4.0.

Mendasar pada hal itu, Pemkot Malang memiliki alasan kuat untuk kembali mengenalkan sekaigus mempertahankan sejarah kepada generasi muda; salah satunya melalui tulisan.

Melalui lomba penulisan “Eko-Sosio-Kultura Lokal Kota Malang dalam Perspektif Historis”; Walikota Malang, H. Sutiaji berharap agar berbagai seni, budaya, dan sejarah yang ada harus mampu dinikmati setiap orang; Hal ini juga yang diharapkan mampu dikembangkan para anak muda.

“Ini dalam rangka untuk membendung bahwa kita tidak asing dengan lingkungan sendiri. Sesuai dengan komitmen kami ingin membentuk anak berkarakter, itu salah satu diantaranya dia mampu merefresh apa yang dulu pernah terjadi, dan dia mengenang nilai kesejarahan di lingkungannya,” ujarnya.

Bahkan nantinya, dijelaskannya mulai dari jajanan sampai asal-usul nama desa atau kelurahan di Kota Malang juga bisa digali. Adakah makna sebelum muncul nama-nama seperti kawasan Dinoyo, Mbethek, dan yang lainnya itu.

Sehingga, ketika nanti sudah bisa dipublikasikan orang akan mudah mengenali Kota Malang seperti apa. Tentunya, dengan beragam cerita history yang dipunya.

“Saya ingin mulai jajanan sampai asalu usul nama desa. Ini perlu investigasi, nah harapan saya nanti begitu muncul karya-karya anak ini bisa dipertanggungjawabkan walaupun dasar. Sehingga para pemuda ke depan juga akan mempunyai jiwa bahwa dia harus menghormatu karya-karya zaman dulu yang spektakuler,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang, Suwarjana menyatakan tema muatan lokal ini diambil untuk mengangkat setiap wilayah yang di miliki Kota Malang. Dengan sejumlah 57 Kelurahan yang dipunya, nantinya setiap peserta yang lolos akan bisa membuat tulisan dari masing-masing kelurahan.

“Kita ada 80-100 peserta dari mahasiswa, siswa sekolah dan umum, semuanya mengangkat Eko-Sosio-Kultura Lokal Kota Malang dalam Perspektif Historis itu. Nantinya, mereka akan dibagi yang lolos 57 besar akan menuliskan untuk wilayah mana,” terangnya.

Melalui perlombaan yang ditargetkan akan selesai pada 1 April 2020 mendatang, buku-buku nilai-nilai history lokal Kota Malang akan menjadi rujukan. Apalagi, koleksi muatan lokal di Perpustakaan Kota Malang menurut dia masih cukup minim.

“Itu memang menjadi salah satu angan-angan kami di perpustakaan. Koleksi kami itu ada 192 ribu buku, tapi masih minim muatan lolalnya. Ini salah satu pendukung untuk mengawali pembuatan tulisan muatan lokal itu,” ungkapnya. (Ts)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment