Sutiaji Berharap Pemuda Kota Malang Makin Sadar Bahaya Narkoba dan HIV/Aids

Malang – Dihadapan lebih dari 100 pemuda, Walikota Malang Sutiaji mengingatkan kota Malang menjadi bagian dari 3 (tiga) kota besar bersama Jakarta dan Bandung sebagai kota yang rawan narkoba. Penegasan Walikota Sutiaji diutarakan saat membuka acara sosialisasi penyadaran pemuda terhadap bahaya narkoba dan HIV/Aids yang dihelat Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) di ruangan Pinus Hotel Savana (19/2 ’20).

Dari laporan yang disampaikan Kadisporapar Ida Ayu Wahyuni selaku penyelenggara giat, terungkap di periode 2017 – 2019 tercatat 74 kasus narkoba yang menyasar kelompok usia 17 – 35 tahun (polresta, red), tercatat 93 kasus HIV/Aids yang menyasar kelompok usia 15 – 24 tahun di tahun 2019 (Dinkes, red) dan 25 kasus narkoba di 2019 yang masuk di BNN malang.

Menurut Ustadz Sutiaji, demikian Walikota Malang juga biasa disapa warganya, menegaskan pola hidup dan gaya hidup yg akan menghancurkan generasi muda. Ini yang akan menggerus potensi bonus demografi dan yang tidak menghendaki Indonesia maju. Salah satu bentuknya melalui narkoba. “Dan yang disasar sangatlah memprihatinkan, usia 12 – 16 kini menjadi usia rawan yang ditarget mereka, “ungkap Sutiaji penuh prihatin.

Ia menambahkan bahwa sebagai generasi muda harapan bangsa; pemuda di Kota Malang juga dituntut untuk berperan aktif dalam mensukseskan pembangunan. Dan untuk itu semua, pemuda di Kota Malang harus bebas dari narkoba dan HIV/Aids agar dapat berkarya serta berinovasi demi kemajuan bangsa.

Sementara itu, Ida Ayu Made Wahyuni, Kadisporapar Kota Malang menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan HIV/Aids bagi generasi muda Kota Malang sebagai upaya preventif sehingga para pemuda dapat terus berkiprah menjadi SDM unggul untuk menggapai Indonesia Maju. (Ts)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment