Aksi Seni Kuda Lumping Sutiaji Bersama Seniman Muda

Ada hal yang berbeda dilakukan Walikota Malang Sutiaji saat menghadiri acara Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Pemuda yang digelar Bappeda Kota Malang di Ijen Suite (18/2 ’20). Pria penggiat olah raga bulu tangkis tersebut melakukan atraksi kolaborasi bersama penggiat seni kontemporer kuda lumping “Javanesse Bogem”. Seni kontemporer yang melibatkan 2 (dua) unsur pemuda, dengan memainkan musik musik perkusi dan diramu dalam selaras tari kuda lumping Malangan mengusung tema semangat juang pemuda melawan kemalasan dan menggapai kemakmuran.
Memainkan dan menggerakkan kuda lumping, Pak Aji, Walikota Malang akrab disapa, dengan lincah melibaskan pecut yang dipegangnya pada sosok butho (raksasa, red) yang dimainkan penari. Sontak saja aksi Walikota Sutiaji mengundang tepuk tangan riuh peserta
Deni, salah satu pelaku Javanesse Bogem, menuturkan bahwa seni kontemperer yang dikemas terlahir dari sebuah kegelisahan atas makin jauhnya seni tradisional dari pemuda. Bertepatan pemuda ramah tersebut selama ini juga dikenal sebagai musisi (drumer, red). Jiwa seni itu pula yang memanggilnya untuk berkreasi seni bersama Aris Dantupret.
“Ini luar biasa. Contoh nyata bahwa pemuda kota Malang akan menjadi pilar penting bagi kemajuan daerah. Dan, ini juga bagian penting dari penguatan ekonomi kreatif, “ujar Sutiaji dalam mengapresiasi seni Javanesse Bogem.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment