Ingatkan Gerbu, Jadi Agenda Awal 2020

“Saya yakinkan tidak akan rugi, dan tidak memberatkan. Serta diingatkan shodaqoh itu akan menolak bala, “demikian diingatkan Walikota Malang Sutiaji saat melakukan monitoring awal kerja di tahun 2020 kepada ASN di perkantoran terpadu (block office) kota Malang, kantor kecamatan Kedungkandang dan kantor Dinas Sosial dan P3KB kota Malang (2/1 ’20).
Pesan Walikota tersebut tiada lain untuk meng edukasi dan menggerakkan secara masive Gerakan Seribu Rupiah (Gerbu) per hari di lingkungan ASN pemkot Malang. Didampingi 3 (tiga) Asisten, Sutiaji nge cek secara langsung apakah sudah tersedia kotak kotak shodaqoh di masing masing perkantoran.
Pak Aji, demikian Walikota Malang akrab disapa, meyakini melalui Gerbu akan menjadi energi positif dan besar untuk solusi berbagai permasalahan sosial. “Ada potensi minimal terhimpun sebesar Rp 2,7 Milyar per tahun dari sejumlah sekitar 7.500 ASN kota Malang. Itu kalau seribu rupiah, karena saya percaya pasti nanti ada yang lebih dari seribu rupiah. Belum lagi kalau juga menghitung yang non ASN serta di lingkungan pendidikan, pasti itu akan menjadi modal konstruktif. Tinggal bagaimana Gerbu ini menjadi habit, budaya dan nilai yang mengakar serta membiasa. Untuk itu saya sempatkan untuk secara langsung saya ajak para ASN, “ujar Walikota Sutiaji usai memberikan arahan kepada ASN.
Merespon himbauan Walikota tersebut, muncul keunikan tersendiri dari masing masing perangkat daerah. Ada yang membuat kotak secara rapi dari kaca dan kayu, tapi ada juga dalam bentuk karton yang tertutup rapat. “Lha ini karton, harus buat setiap hari jadinya, karena saya harap uang yang terhimpun di setor / di ambil harian oleh Baznas Kota Malang, “respon Sutiaji sambil tertawa. Seperti dihimbaukan pola setor Gerbu memang diharapkan per hari, agar tidak terasa bila dibandingkan shodaqoh itu langsung terhitung akumulasi per bulan.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment