H-3 GASS, Pemkot Genjot Aksi Bersih Bersih

H-3 pelaksanaan Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen (GASS), Pemkot Malang gencar melakukan “pemanasan” giat. “Ya hanya istilah saja kata pemanasan itu. Sesungguhnya langkah itu senantiasa kita lakukan, kala merespon kondisi lapangan yang memang harus ditangani segera. Cuma khusus berkaitan dengan GASS, saya perintahkan secara masiv untuk edukasi dan sosialisasinya, termasuk dalam aksi di lapangan, “ujar Sutiaji, Walikota Malang menanggapi aksi tim sigap DPUPR yang lagi melakukan normalisasi aliran air di bawah jembatan Kedawung (senin, 23/12 ’19).
Seperti yang diperkirakan, kembali tim satgas mendapatkan macam macam tumpukan sampah tersangkut di kabel fiber optic yang melintang dibawah jembatan. “Tentu bukan kabel fiber itu yang jadi masalah, tapi sampah memang tidak seharusnya berada di aliran air, sehingga otomatis sampah yang tersangkut menjadikan gangguan hak air mengalir, “urai Sutiaji, didampingi Kepala DPUPR, Hadi Santoso usai rakor senin yang digelar di ruang sidang Balaikota Malang.
Sementara rakor yang dipimpin secara langsung oleh Walikota Malang dan didampingi Wawali Sofyan Edi Jarwoko, juga secara khusus membahas kesiapan masing masing Perangkat Daerah dalam pelaksanaan GASS.
Akan ada 5 (lima) titik konsentrasi / lokasi yang menandai gerakan bersama perang lawan sampah tersebut. Meliputi titik 1 berlokasi di Oro Oro Dowo (kawasan anak sungai Brantas) dan kawasan sekitar perempatan jalan Bandung sampai dengan jembatan jalan Buring.
Titik 2 berlokasi di saluran terbuka jalan Letjen S. Parman, titik 3 di kawasan sekitar pasar Gadang (target drainase), titik 4 berlokasi di terusan Dieng dan raya langsep serta titik ke 5 mengambil sasaran di simpang Gajayana (Sardo) dan jalan Candi II (klaseman).
GASS sendiri akan dilaunching pada Jumat 27 Desember 2019 dengan pelibatan ASN, kalangan perguruan tinggi, TNI, Polri, para pelaku usaha dan elemen serta komunitas masyarakat kota Malang.

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment