Sutiaji : IT tapi Berkarakter

Dari 100 daerah yang masuk dalam proses seleksi penilaian Ki Hajar Award, menyusut tinggal 34 daerah, dengan rincian 7 Provinsi dan 27 kota/kabupaten. Kota Malang bersama Kabupaten Nganjuk dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi bagian dari 34 daerah yang lolos seleksi serta maju pada tahapan uji paparan yang digelar di ruang convention hotel Kristal, Jakarta (28/10 ’19).

Sebagaimana diutarakan Kepala Pusat Teknologi dan Komunikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Gogot Suharwoto, Sejalan dengan upaya peningkatan mutu, akses pendidikan dan kebudayaan melalui pendayagunaan TIK, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun 2019 kembali menyelenggarakan penganugerahan bagi Kepala Pemerintah Daerah yang memenuhi kriteria penilaian sesuai ketentuan penganugerahan. Tujuan dari penyelenggaraan penghargaan Kihajar untuk kepala daerah, antar lain adalah : (1) Memberikan apresiasi dan penghargaan kepada daerah atas pencapaian seluruh aktivitas di daerah dalam memanfaatkan dan mendayagunakan TIK untuk pendidikan, (2) Memetakan tingkat pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan di daerah sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan, (3) Menjadikan tingkat pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan sebagai bahan dalam perumusan, penetapan, evaluasi dan monitoring kebijakan, program dan kegiatan pembangunan pendidikan di daerah, serta (4) Menjadikan indeks pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan sebagai alat dalam proses harmonisasi berbagai kebijakan dan program pembangunan pemda baik pada level nasional dan daerah.

Untuk penyelenggaraan tahun ini akan dilaksanakan dalam beberapa kategori, antara lain: perintis, pertama, muda dan utama. Harapan kami kegiatan ini dapat menjadi stimulus pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan di daerah.

APBD Kota Malang Tahun 2019 melalui Dinas Pendidikan Kota Malang teranggarkan secara khusus untuk pemanfaatan TIK di dunia pendidikan dengan alokasi 26,8 Milyar atau sekitar 13 persen dari total anggaran Diknas 278,5 Milyar di tahun 2019 . Implementasi TIK dalam menunjang penyelenggaraan pendidikan sudah 100 persen. SD dan SMP telah terkoneksi internet Seluruhnya telah dapat melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) dan Tingkat Koneksi Internet berkapasitas lebih dari 15 Mbps pada Perangkat Daerah di Kota Malang dan semua sudah terintegrasi.

“Pemanfaatan E-Learning telah dilaksanakan dihampir setiap satuan pendidikan. Kita punya modifikasi sesuai kehendak sekolah masing-masing. Ada Aplikasi Edmodo, E – Quiz, That Quiz, Socrative. IT tapi berkarakter, kita uji kejujuran siswa. Siswa mengerjakan soal-soal sudah memiliki pasword sendiri-sendiri, dan bisa dibantu orang tua. ” ujar Walikota Malang dalam paparannya.

Kedepan akan dikembangkan aplikasi Edupongo dan report rekam jejak siswa sebagai tools yang mampu menghantarkan penguatan potensi anak. Kedua karya ini asli buatan komunitas Malang yang sedang diujicobakan. Aplikasi Edupongo yang merupakan sistem manajemen sekolah yang terintegrasi dengan teknologi terkini. Dibuat untuk merekatkan komunikasi pihak sekolah, guru, orangtua tentang informasi aktivitas terbaru siswa. Mengakomodasi manajemen data sekolah dari pencatatan administrasi sekolah, data siswa, presensi, rapor siswa, serta layanan chat antar guru dengan orangtua siswa terkait.

 

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment