Sutiaji: Kita Harus Membangun Jejaring

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari atau yang lebih dikenal dengan sebutan Singosari di Kabupaten Malang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2019 tanggal 27 September 2019, yang juga bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia. Momentum ini sangat tepat karena KEK Singosari dengan luas mencapai 120,3 hektare akan menjadi kawasan ekonomi khusus zona pariwisata dan pengembangan teknologi.

 

Dalam kunjungan kerja Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dalam rangka rapat Percepatan KEK Singhasari menyampaikan bahwa pariwisata merupakan penghasil devisa terbesar setelah migas. Saat ini, kondisi destinasi pariwisata di Indonesia yang kian meningkat. Kunci sukses pengembangan pariwisata berkelanjutan yakni memberdayakan masyarakat, membangun lingkungan dan membentuk perekonomian. “Ada konsensus dalam pariwisata, satu People, kedua adalah Planet dan ketiga adalah prosperity. “ ujarnya.

 

Harapannya dengan penetapan PP tersebut, kawasan ekonomi khusus mampu mempercepat pembangunan perekonomian kawasan Malang Raya serta menunjang perluasan pembangunan ekonomi nasional. Singosari ditetapkan menjadi KEK  karena daerah tersebut memiliki banyak potensi keunggulan. Kawasan Singosari berdekatan dengan Bandara Internasional Juanda, Bandara Abd Saleh dan Pelabuhan Tanjung Perak serta terkoneksi dengan ruas Tol Pandaan-Malang. Selain itu, lokasi Singosari yang berbatasan langsung dengan Kota Malang yang punya potensi SDM melimpah dalam bidang pendidikan. Sinergi Malang Raya, Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu sangat dibutuhkan untuk kesuksesan KEK ini.

 

Walikota Malang Sutiaji mengucapkan selamat dan sukses atas ditetapkan KEK Singosari ini. “Dengan adanya KEK kita dukung bersama. Bahwa keberadaan KEK ini akan memberikan dorongan pada seluruh aspek; Aspek sosial, aspek ekonomi dan terlebih dari itu adalah aspek kebersamaan yang  bisa memadukan dan menyatukan tiga daerah.” Ujarnya.

 

“Tentu kami selaku pemerintah Kota Malang gayung bersambut, jadi saling mengisi. Manakala ada kelebihan di kota tentunya harus mengisi kekurangan di kabupaten. Ada kekurangan di Kota, diisi kelebihan di kabupaten malang dan kota batu dan itu terus menerus kita lakukan, sifatnya kita harus membangun jejaring” ujar Pak Aji, panggilan akrab Walikota Malang.  (EM)

 

Posted in: Dokumentasi, Headline

Leave a Comment