Sutiaji, One RW One Hafidz

1 (satu) RW, 1 (satu) hafidz (penghafal) Al Quran. Itu salah satu niat dan kehendak yang diutarakan Walikota Malang Sutiaji, pada saat membuka pelatihan metode tafidz untuk balita dan anak, yang digelar di ballroom Hotel Trio Indah 2 Malang (20/9 ’19).

“Kita memiliki potensi, karena hampir di setiap surau, langgar, mushola dan masjid masjid telah memiliki serta membuka Taman Pendidikan Quran (TPQ). Itu yang harus dikuatkan, dan Pemkot Malang beserta Kementerian Agama RI di Malang akan menseriusi program 1 RW (rukun tetangga) 1 hafidz, “ujar Sutiaji, Walikota Malang.

Dalam kaitan hal tersebut, Walikota Malang yang juga dikenal selaku ustadz ini menyambut dan mengapresiasi kegiatan yang dimotori Rumah Tafidz Balita dan Anak (Rutaba) Indonesia tersebut. “Metodelogi penghafalan Al quran harus terus di dorong, karena ini yang menghantarkan Islam yang kaffah, “tegas Walikota yang juga alumnus IAIN Malang tersebut.

Ditambahkannya, anak itu ibarat tumbuhan yang kita miliki, dan jangan sampai anak anak kita jadi penghambat kita dalam mencintai Allah. “Maka bingkai mereka (anak anak) dengan Al Qur an. Namun juga perlu saya pesankan, dogma yes tapi yang utama adalah mampu membumikan sehingga menjadi perilaku, “pesan Pak Aji.

Alwi Hidayat, pembina Yayasan Rutaba Indonesia, menginformasikan bahwa pelatihan langsung menghadirkan penemu metode Tabarok, Dr. Kamil El Leboody, yang juga sosok cendekiawan Islam dan pakar ilmu Al Quran).

Tabarok sendiri diambil dari nama salah seorang anak yang pernah dinobatkan sebagai Hafiz termuda sedunia ketika berusia 5 tahun. Tabarok ini sudah hafal Alquran 30 juz mutqin ketika usianya 4,5 tahun. Dan luarbiasanya, pada tahun berikutnya, adiknya yang bernama Yazid yang dinobatkan sebagai Hafidz termuda sedunia. Saat itu Yazid berusia 4,5 tahun,” jelas Alwi Hidayat.

Metode Tabarok ini, dirumuskan dari cara/metode yang diterapkan Dr. Kameel Al Laboody dari Mesir, yang tak lain adalah ayah dari Tabarok dan Yazid, dalam mengajarkan buah hatinya menghafal Quran. Acara yang dibuka Walikota Malang, Sutiaji, diikuti 160 peserta se nusantara, dan berdasarkan laporan panitia penyelenggara, khusus di Malang telah memiliki 20 cabang Tabarok (Rubata).

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment