Walikota Sutiaji Ingatkan Keberlanjutan Negara Kader PMII, Lakukan Penguatan SDM

Walikota Malang Sutiaji menegaskan dirinya kader PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Demikian dinyatakan saat hadir dan memberikan orasi pada kegiatan pengukuhan dan pelantikan Pengurus Cabang PMII kota Malang masa bhakti 2019 – 2020 di Ponpes Al Hikam, Malang (25/8 ’19).

“Kader PMII yang sukses itu banyak dan bertebaran. Tapi sayangnya, saat dibutuhkan, seakan kesulitan mencari dan dicari. Ini karena problem mendasarnya adalah tidak memiliki data base. Oleh karenanya pesan saya kepada pengurus dari pusat hingga daerah agar membangun data base kader, baik yang sudah purna maupun yang masih aktif. Kalau itu mampu dibangun, saya percaya kita tidak akan kesulitan mencari SDM, dan saya yakin pula dengan keberadaan data base, PMII dapat memasok kader kadernya untuk kebutuhan masyarakat, bangsa dan negara, “tegas Sutiaji, Walikota Malang.
Walikota penghobby bulutangkis ini juga menyampaikan bahwa kota Malang telah ditetapkan sebagai kota kreatif Indonesia, dan juga dipilih oleh BaBe serta Amazon sebagai kota potensial pengembangan dunia IT. “Ini satu peluang dan potensi bagi warga kota, para generasi muda dan khususnya kader kader PMII. Tangkap peluang itu dengan kreatifitas dan inovasi, “pesan Pak Aji, demikian Walikota Malang akrab disapa.

Kepada para kader, pengurus dan jajaran pembina PMII kota Malang, suami Hj. Widayati Sutiaji ini, juga mengingatkan hasil dari sebuah lembaga survey yang mengungkapan sebanyak 52 persen publik meragukan/mengkhawatirkan keberlangsungan negara. “Secara pribadi sering kali saya kemukakan dan sarankan. Kita tidak bisa membangun secara beriringan antara demokrasi dan kemakmuran. Harus dipilih dan fokus pada salah satunya, tidak bisa bersamaan. Terlebih demokrasi kita masih lah demokrasi transaksional. Jadi kalau mau maju, maka kita perlu berfokus dulu (dikemakmuran). Dalam pendekatan ideologi (Pancasila, red), yang harus dikedepankan dan diwujudkan adalah Sila ke 5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pencapaian sila ke 5 ini pula yang akan membentengi bangsa Indonesia dari radikalisme, terorisme, komunisme, marxisme, sosialisme dan juga liberalisme, “tegas Sutiaji.

Sementara itu, Fadillah Putra, Wakil Direktur Pasca Sarjana UB, yang juga ketua Mabimcab PMII kota Malang menginfokan, saat ini bangsa perlu memperhatikan livecycle aproach, d mana negara harus mampu mendeteksi kebutuhan warganya. Pada fase apa pun kebutuhan warga, negara harus hadir. Di sinilah diharapkan kader kader PMII bisa berperan. Demikian pesan Fadilah Putra.

       

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment