Panjatan Doa HUT RI ke-74 di Balaikota Malang

Malam 17 Agustus merupakan malam yang sakral bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal ini nasib bangsa Indonesia ditentukan oleh para pendiri bangsa. Untuk mengingat kembali jasa para pahlawan yang telah gugur dalam mengusahakan dan mempertahankan kemerdekaan RI, maka Pemerintah Kota Malang menggelar Panjatan Doa HUT RI ke 74 di Masjid Baiturrahim Balaikota Malang.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji , Wakil Walikota Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko bersama Forum Pimpinan Daerah (FORPIMDA), kepala OPD dan Pemuka Agama dari 6 agama se-Kota Malang hadir pada malam ini (16/8).

Sutiaji dalam sambutannya mengatakan, selain doa bersama, acara malam ini, juga menjadi ajang refleksi terutama bagi Pemerintah Kota Malang dan menyampaikan informasi dari BMKG tentang rawan bencana. Dewan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang menyampaikan anjuran untuk warga malang atau dimana aja untuk membaca doa keselamatan dari bencana gempa, tsunami dan lain sebagainya. “Karena sesungguhnya kesemua itu bukanlah kesalahan Allah tapi kesalahan manusia. Kesemua itu karena ulah tangan kita yang tidak pernah ramah pada lingkungan dan alam” imbuhnya.

Pada acara yang juga dihadiri Ketua MUI, KH. Baidlowi Muslich ini dan para alim ulama’ serta pemuka agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Kong Hu Chu di Balaikota Malang. Semua agama bersama-sama berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Walikota Malang Sutiaji juga berpesan kepada masyarakat akan pentingnya doa untuk keselamatan kita semua. “Sekali lagi karena kejernihan dan keihlasaan panjenengan semua yang kita harapkan dari semua tokoh agama, mudah-mudahan melalui itu dan isya allah tradisi ini di Malang kita teruskan dan lanjutkan” ujarnya. (EM)

                   

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment