Kota Malang Mengalami Deflasi 0.17

Pada Juni 2019 di Kota Malang terjadi deflasi sebesar 0.17 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 136.47. Dari 8 kota IHK di Jawa Timur, tercatat 5 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Probolinggo sebesar 0.48 persen; diikuti Banyuwangi sebesar 0.36 persen, Madiun sebesar 0.22 persen, Surabaya sebesar 0.21 persen, Sumenep sebesar 0.10 persen, Kediri sebesar 0.08 persen. Sementara deflasi terjadi di Jember sebesar 0.16 persen, dan Malang sebesar 0.17 persen.

Sepuluh komoditas teratas yang memberikan andil terbesar deflasi pada Juni 2019 antara lain: Angkutan Udara, Bawang Putih, Daging Ayam Ras, Telur Ayam Ras, Besi Beton, Bawang Merah, Pasir, Tongkol Pindang, Bandeng/Bolu dan Daging Sapi.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS kota Malang pada Juni 2019 terjadi deflasi 0.17 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 136.70 pada Mei 2019 menjadi 136.47 pada Juni 2019. Tingkat Inflasi tahun kalender sebesar 1.00 persen dan tingkat Inflasi tahun ke tahun (Juni 2019 terhadap Juni 2018) sebesar 2.39 persen.

Deflasi bulan Juni 2019 sebesar 0.17 persen merupakan penurunan jika dibanding inflasi pada bulan yang sama pada tahun sebelumnya (0.35 persen) dan nilainya terendah selama sembilan tahun terakhir. Hal ini perlu diwaspadai lebih lanjut oleh para stakeholder terkait agar laju inflasi tetap berada di level moderat dan tetap terkendali. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks kelompok pengeluaran. Dari tujuh kelompok pengeluaran di Kota Malang, 4 kelompok mengalami Inflasi dan 3 kelompok deflasi. Kelompok pengeluaran yang mengalami Inflasi tertinggi adalah kelompok Sandang sebesar 0.44 persen, selanjutnya adalah kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0.08 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0.05 persen. Adapun kelompok pengeluran yang mengalami deflasi adalah kelompok Kesehatan sebesar 0.03 persen, diikuti oleh kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0.08, Bahan Makanan sebesar 0.49 persen, dan kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0.52 persen.

 

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment