Komisioner KPU masa bhakti 2019 – 2024, Diharap Mampu Menekan Pola Transaksional Dalam Proses Pemilu

Kabinet baru KPU Kota Malang masa bhakti 2019 – 2024, rabu 26 Juni 2019 berkesempatan melakukan audiensi ke Walikota dan Wakil Walikota Malang di ruang rapat walikota. 5 (lima) komisioner KPU kota Malang, seperti diutarakan Ketua KPU Kota Malang, Aminah, secara resmi dilantik KPU RI pada tanggal 13 Juni kemarin.
“Komposisi 5 (lima) komisioner, yang dua wajah lama (Aminah dan Deni Bachtiar), sedangkan yang tiga wajah wajah baru meliputi Mas Izzudin Fuad Fathoni, Mas M. Thoyib dan Mas Nur Zaini Wikan Utomo, “info Aminah, Ketua KPU kota Malang saat memperkenalkan kepada Walikota Sutiaji dan Wakil Walikota Sofyan Edi Jarwoko.
Secara khusus, Walikota Sutiaji menitipkan pendidikan politik kepada KPU kota. “Kita semua harus belajar dan ambil evaluasi dari proses pilpres dan pileg yang usai dihelat. Betapa kita dihadapkan pada situasi yang sangat complicated. Belum lagi isu tentang money politik masih berdengung ditelinga. Untuk mereduksi itu semua dan membangun demokrasi yang berkualitas, maka pendidikan politik sedini mungkin hendaknya dilakukan secara bersama, “pesan Pak Aji kepada komisioner KPU kota Malang.
Walikota yang baru saja mendapat apresiasi terkait pengembangan kota kreatif terbaik nasional, juga menegaskan pentingnya melakukan langkah upaya meniadakan pemilihan pemilihan kandidat (calon) yang bersifat transaksional. “Karena itu yang menjadi salah satu sumber cost politik yang tinggi dan kadang tidak rasional, “ujar Sutiaji.
Pada momen yang sama, Deni Bachtiar, komisioner KPU kota Malang menginformasikan bahwa untuk Pileg (Pemilihan Legislatif) kota Malang clear dari gugatan yang berproses di MK. “Kita bersyukur, itu menandakan bahwa proses demokrasi di Malang berjalan baik sehingga kota Malang dapat melanjutkan tahapan berikutnya, di antaranya tanggal 3 Juli rapat pleno penetapan kursi anggota DPRD kota Malang, “ujar Deni.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment