Kota Malang Siap Topang Gerak Pembangunan Nasional

Didampingi Sekkota Wasto, Asisten Administrasi Umum Pranoto, Kepala BPKAD Sapto P. Santoso dan Kabag Humas Widianto, Walikota Malang Sutiaji hadir secara langsung pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2019 dan Rencana Kerja Pemerintah 2020 yang dihelat di ballroom Shangri La Jakarta (9/5 ’19).
“Ada issue issue strategis yang diperbincangkan dan akan dirumuskan sebagai guidance (panduan) bagi pelaksanaan pembangunan tahun 2020. Pola top down dan bottom up yang dipadukan, diharapkan mampu mengawinkan dan mengharmonisasikan arah pembangunan di antara Pusat dan Daerah. Bagi kota Malang ini entry poin yang sangat strategis, karena kota Malang menjadi bagian penting dalam pergerakan dan pertumbuhan pembangunan serta perekonomian di Jawa Timur. Jelas kita (kota Malang) tidak ingin hanya menonton dan atau berpuas diri dengan label kota dengan peran strategis tersebut. Dan sesuai pesan yang disampaikan Presiden untuk daerah, maka kota Malang memiliki peran penting dalam penguatan industri ekonomi kreatif, “demikian diutarakan Sutiaji, Walikota Malang disela sela penyelenggaraan Musrenbangnas 2019.
Walikota penggemar olah raga bulutangkis ini melihat komunitas pelaku ekonomi kreatif di kota Malang sangat potensial. “Seperti komunitas Startup Singoedan (STASION) Malang. Komunitas ini setiap tahun mampu menghimpun ratusan start up. Dan sesuai dengan tantangan yang diberikan Presiden Jokowi kepada daerah agar daerah tidak terjebak pada pengembangan ketrampilan konvensional, maka generasi muda kreatif kota Malang yang diantaranya terhimpun di Stasion, telah melangkah dan merambah dunia Fintech, Design Principles, Automated Test dan Animation for Industries. Itu menandakan bahwa gairah masyarakat kota Malang sangat tinggi terhadap industri digital, “ujar Sutiaji.
Seperti yang ditegaskan Presiden Jokowi pada saat membuka Musrenbangnas 2019, dalam pengembangan pendidikan, daerah jangan berkutat pada pendekatan konvensional. “Masak dari tahun ke tahun, dari dulu hingga sekarang di SMK jurusannya pembangunan, sipil. Iya ( gak apa apa ) harusnya sudah diperbanyak dan dikuatkan untuk jurusan digital, merambah teknologi fintech, design principle, artificial inteligence, virtual reality, dan yang lainnya. Kalau tidak kita siapkan sedini mungkin, ya kita tertinggal, “utara Jokowi.
Dengan didampingi Wapres Jusuf Kalla, Presiden Jokowi menekankan 3 (tiga) hal yang harus dilakukan, agar Indonesia mampu menjadi negara besar, yakni (1) Pemerataan pembangunan infrastruktur, (2) Reformasi Birokrasi, dan (3) Pembangunan Sumber Daya Aparatur.
“Saya tegaskan tanpa pembangunan infrastruktur dan tidak kita lakukan, makakita tidak bisa loncat jauh. Karenanya Pemerintah gencar membangun jalan jalan tol, airport, koneksitas antar daerah, menghubungkan jalan besar dengan jalan keci, menyambungkan dengan kawasan industri, kawasan wisata dan kawasan umkm. Itu semua akan menjadi penggerak kuat pertunbuhan ekonomi, “tegas Jokowi.
Dibidang reformasi birokrasi, presiden mendorong untuk dilakukan penyederhanaan kelembagaan, pemangkasan alur perijinan, pembubaran dan atau peleburan BUMN (red. daerah BUMD) yang tidak efisien dan membebani, mendorong investasi melalui kemudahan ijin. “Bayangkan untuk perijinan investasi, saat tahun pertama memimpin (presiden), ada 259 ijin dan pasti ruwet, serta prosesnya bisa bertahun tahun. Sekarang dari 259 sudah jadi 58 ijin, dan itu bagi saya juga masih kebanyakan. Bila perlu cukup 5 perijinan, “ujar Joko Widodo secara masygul. Langkah pangkas perijinan dilakukan, karena Indonesia masih defisit neraca perdagangan, yang artinya ekspor dan investasi belum optimal.
Di bidang pembangunan SDM, selain fokus penguatan pendidikan link match, secara khusus menekankan kepada jajaran dinas pendidikan (daerah) untuk tidak terjebak anggaran rutin harus ada inovasi program. Di bidang kesehatan, masalah stunting dan gizi buruk menjadi sorotan. Mengakhiri arahan, presiden berkesempatan menyampaikan duka cita ke petugas KPPS se Indonesia, yang meninggal kala menjalankan tugas.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment