Walikota Malang Hadiri Gelar Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Jatim

Malang – Walikota Malang, Sutiaji mendukung tagline dari Gubernur Khofifah bahwa jika kita melindungi alam maka alam juga akan melindungi kita. Hal tersebut disampaikan oleh Sutiaji pada saat menghadiri Gelar Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Jatim di lapangan Rampal, Malang, Selasa (30/4).

“Saat ini malang juga telah menjadi salah satu kota yang rawan akan bencana, namun melalui kegiatan semacam ini maka akan memberi literasi pada masyarakat bahwa bencana itu bisa datang kapan saja dan di mana saja” ujar Sutiaji.

Namun, patut kita syukuri bersama, lanjut Sutiaji bahwa beberapa kelurahan di Kota Malang telah masuk menjadi kelurahan dengan kategori tanggap bencana dan menjadi kelurahan siaga; sehingga jika sewaktu-waktu akan terjadi bencana maka kita sudah dapat dengan segera mencegah dan mengatasinya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk menghindari penggunaan plastik sekali pakai. Tujuannya untuk menjaga alam, sekaligus mengurangi limbah sampah plastik di negeri ini. Apalagi, Indonesia merupakan supplier atau penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia yang dibuang ke lautan.

“Mari kita declare bersama, bahwa kita akan memberikan support, dan pencerdasan kepada seluruh pengguna plastik di Jatim, untuk menghindari penggunaan sampah plastik di Jawa Timur,” kata Gubernur Khofifah.

Gubernur Khofifah mengatakan, untuk mengurangi sampah plastik dapat dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. Diantaranya kepada ibu-ibu yang biasa berbelanja di pasar agar mengganti plastik dengan tas besar. Namun jika terbiasa menggunakan plastik, maka sedapat mungkin untuk menggunakan plastik yang sama saat berbelanja hari ini, besok, dan seterusnya.

Gubernur Khofifah juga menegaskan perlunya kerjasama dari seluruh pihak, baik bupati/walikota, Pemprov Jatim, serta pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian PUPR untuk membuat perencanaan terukur guna menangani problem banjir di Jatim. Sebab, banjir merupakan bencana alam tertinggi di provinsi ini.

Agar problem itu cepat tertangani, lanjut Khofifah, maka tugas bupati/walikota adalah membebaskan lahan, kemudian anggaran untuk membuat plengesengan berasal dari Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR. Sehingga air banjir bisa dialirkan ke laut, sebab selama ini upaya mengurangi banjir hanya disedot lewat pompa, namun belum bisa dialirkan ke laut.

Melalui kegiatan itu pula, telah diserahkan piagam penghargaan Juara Kedua Lomba Pemasangan Tenda BPBD se Jawa Timur dalam rangka jambore daerah BPBD dan Hari Kesiapsiagaan Bencana Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 dari Gubernur Khofifah kepada BPBD Kota Malang. (Ts)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment