Walikota Sutiaji Tutup Gelaran Bimtek Revolusi Mental di Lingkungan Pemkot Malang

Malang – Bertempat di Hotel Aria Gajayana Malang pada hari Rabu tanggal 20 Maret 2019 telah dilaksanakan penutupan Bimbingan Teknis Revolusi Mental di Lingkungan Pemkot Malang yang diikuti oleh 201 orang pejabat pengawas.

Bimtek Revolusi Mental tersebut dilaksanakan sebanyak 2 tahap. Tahap pertama digelar pada tanggal 11 sampai 13 Maret 2019; sedangkan tahap kedua digelar pada tanggal 18 – 20 Maret 2019.

Revolusi mental merupakan salah satu agenda dalam nawa cita yang bertujuan untuk menggalakkan pembangunan karakter dan mempertegas kepribadian serta jati diri bangsa, sesuai dengan amanat Trisakti Soekarno yakni berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Revolusi mental juga dapat dikatakan sebagai investasi jangka panjang, yang merupakan kunci dari sebuah keberhasilan, karena dengan membangun karakter yang mengutamakan kejujuran, terdidik, dan toleran, diyakini bisa membawa perubahan bagi indonesia menjadi bangsa yang memiliki karakter kuat, jujur, dan beretos kerja tinggi, dengan harapan nantinya mampu menyusul keberhasilan negara-negara tetangga seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan dan lainnya.

Sumber Daya Manusia merupakan aset yang paling baik untuk memaksimalkan sumber daya yang lain, karena segala kekayaan bangsa ini tidak akan pernah bisa maksimal, tanpa ada Sumber Daya Manusia yang memiliki mental yang kuat.

Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji saat penutupan kegiatan bimtek mengatakan bahwa tidak ada kata terlambat untuk melakukan Revolusi Mental. “Marilah kita mulai dari diri kita sendiri, sebagai seorang ASN yang merupakan panutan masyarakat dan abdi negara, serta abdi masyarakat; melalui perubahan cara pandang, pola pikir, sikap, perilaku, dan cara kerja yang berorientasi pada kemajuan dan senantiasa berpijak pada nilai-nilai moral” ujar Sutiaji.

Sutiaji juga berharap agar dalam menjalankan tugas, fungsi dan kewenangannya sebagai pelaku utama dalam birokrasi pemerintahan, para ASN harus menjadi teladan, memiliki dedikasi tinggi, bermental baik dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat, yang diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan terhadap pemerintah, sehingga masyarakat mau berpartisipasi secara aktif dan mendukung berbagai kebijakan terkait penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di segala bidang kehidupan.

Maksud dilaksanakannya bimtek revolusi mental ini antara lain agar Aparatur Sipil Negara mampu mengubah dan memiliki pola pikir baru dalam rangka memimpin dan/atau mengelola reformasi birokrasi di unit kerjanya serta menyelaraskan dengan program reformasi birokrasi secara menyeluruh khususnya di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Sedangkan tujuan pelaksanaan bimtek ini adalah meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara dalam melakukan perubahan yang cepat agar terwujudnya aparatur sipil negara yang mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas. (Ts)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment