Apa kata Walikota atas Gerakan Koin

“Tentu saya respon positif gerakan koin untuk jalan berlubang. Karena setiap gerakan sosial selama diniatkan baik, maka tentu akan berjalan baik. Dan sesungguhnya gerakan seperti ini telah saya gelorakan melalui gerakan 3 S (Santunan Seribu Sehari), karena kalau itu berjalan maka akan terhimpun sumber pendanaan yang luar biasa dan pemanfaatannya lebih luwes untuk menjawab permasalahan sosial, lingkungan dan yang lainnya, “ujar Sutiaji, Walikota Malang saat menanggapi gerakan koin jalan berlubang.

Terkait jalan jalan rusak (berlubang), Walikota Sutiaji menegaskan bahwa Pemkot tidak tinggal diam. “Tentu yang harus dipahami masyarakat, bahwa APBD itu bukan seperti uang yang ada dibrankas, yang sewaktu waktu langsung dapat diambil dan dipergunakan. APBD ada proses dan mekanismenya. Sudah terpetakan peruntukannya, dan pencairan penggunaannya melalui mekanisme. Ada pun khusus terkait penganggaran perawatan jalan dan insidentil pada tri wulan I sudah sebagian terealisasikan, bertepatan musim hujan sedemikian deras sehingga titik jalan rusak terus bertambah. Dan kita evaluasi, ada beberapa titik yang masih dalam tahapan perawatan rekanan sehingga tidak bisa disentuh APBD, dan disisi lain memang harus kami akui beberapa ruas jalan kualitasnya kurang baik. Ini jadi komitmen kami untuk menuntaskan, “tegas Walikota Malang.
Atas aksi warga, Sutiaji Walikota Malang spontan mendatangi, menyapa dan berkomunikasi dengan komunitas aksi yang ada di gerbang keluar Balaikota (21/3 ’19). “Monggo silahkan khan ini untuk tujuan positif, gak apa apa, “lugas Pak Ji, demikian walikota akrab disapa.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment