WAWALI MALANG HADIRI “INDONESIA – AUSTRALIAN SMART CITY FORUM”

Jakarta – Sebuah kota bisa disebut sebagai kota pintar atau  smart city  jika sudah  mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi hingga level tertentu dalam proses tata kelola pemerintahan dan dalam penerapan kehidupan sehari-hari. Integrasi teknologi tersebut dimaksudkan  untuk meningkatkan efisiensi, membagikan informasi kepada publik, hingga memperbaiki pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan warga.

Smart city ditandai dengan adanya 6 karakteristik yakni Pemerintah pintar, ekonomi pintar; kehidupan pintar, lingkungan pintar, masyarakat pintar dan mobilitas pintar. Kesemua itu akan dapat terwujud apabila pemerintah dan seluruh komponen masyarakat saling bersinergi dan bekerjasama dengan didukung oleh sistem teknologi informasi yang terintegrasi di seluruh bidang kehidupan.

Untuk itu, pemerintah, senantiasa melakukan berbagai upaya dan inovasi guna mengembangkan pencapaian tujuan dari smart city, satu diantaranya melakukan kerjasama dengan Australia melalui Dewan Kota Cerdas Australia (Smart City Council Australia); yang mana pada hari ini berkolaborasi dengan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dalam kegiatan “Indonesia-Australian Smart City Forum”, di Kedutaan Besar Australia Jakarta, (4/3).

Kegiatan yang dihadiri Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko bersama anggota Apeksi lainnya serta 9 pebisnis Australia dan Smart City Council Australia, Selandia Baru serta Austrade; tidak saja bertujuan untuk dapat melakukan sharing pengalaman-pengalaman maupun kendala-kendala yang dihadapi oleh anggota Apeksi saat mengembangkan inisiatif program Smart City; namun juga diharapkan dapat membangun kerjasama antara pemerintah kota di Indonesia dan Australia. “Tujuannya adalah agar dapat bermanfaat dan mampu memberi kontribusi positif bagi terwujudnya kota pintar di setiap kota di Indonesia” demikian dijelaskan oleh Ketua Dewan Apeksi, Airin Rachmi Diany.

Dalam sambutannya, Airin juga mengatakan bahwa inisiatif Program Kota Pintar harus dilaksanakan sesuai dengan karakteristik, kondisi, dan kebiasaan masyarakat. Seringkali ditemukan bahwa beberapa konsep kota yang baik dan pintar akan gagal selama fase implementasi karena ketidakcocokan dengan kebiasaan dan budaya masyarakat. “Tidaklah mudah untuk membangun konsep kota pintar yang sukses, produktif dan berkelanjutan; namun, dengan kerja keras dan inovasi, bukan tidak mungkin untuk mencapainya” tambah Airin.

Ditambahkan olehnya, bahwa sebagai Ketua Dewan Apeksi, saya dan beberapa walikota anggota Apeksi lainnya terus memotivasi semua anggota untuk menerapkan konsep kota pintar. ”saya juga mendorong mereka untuk membangun kolaborasi guna bekerja bersama dengan Pihak -pihak terkait. Prinsip kami adalah tidak ada anggota Apeksi yang tertinggal dalam penerapan pengembangan Kota Pintar” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut disajikan presentasi oleh DR. Stephanie Fahey, CEO Australian Trade and Investment Commission; Senator The Hon Simon Birmingham, Australian Minister for Trade, Tourism and Investment; Adam Beck, CEO Smart Cities Council Australia New Zealand; Rick Wylie, CEO Key Options, Smart Cities Strategies and Solution; dan presentasi oleh perwakilan Apeksi terkait Smart City initiatives and best practice dari Pemkot Jambi dan Pemkot Yogyakarta.

Sementara itu, Wawali Sofyan Edi menjelaskan bahwa saat ini Kota Malang juga telah mencanangkan diri sebagai Kota Pintar (red. Smart City); berbagai pihak yang memiliki kreatifitas dan tim ahli di bidang teknologi informatika akan terus berbenah serta mempersiapkan perangkatnya. “Kota Malang yang dikenal sebagai Kota Pelajar ini akan sangat memiliki potensi yang besar untuk dapat menjadi smart city” tegas pria yang kerap disapa Bung Edi itu.

Bung Edi juga berharap agar melalui forum ini; Kota Malang akan mendapatkan banyak ilmu dan masukan dari kota-kota lainnya utamanya dari pemerintah Australia demi terwujudnya Kota Malang sebagai smart city. (Ylt)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment