Pembukaan Workshop Pembinaan & Pemberdayaan serta Pameran 6 Sub Ekonomi Kreatif

Ngalam Mbois Ilakes menjadi inspirasi dalam pembukaan Workshop Pembinaan & Pemberdayaan Pelaku Ekonomi Kreatif & Pameran 6 Sub Ekonomi Kreatif Tahun 2018 di depan Kantor DPRD Kota Malang. Acara ini dibuka dengan sirine panjang dan tampilan multimedia dibelakang pimpinan daerah dan seluruh stake holder terkait. 6 Sub Ekonomi Kreatif tersebut adalah kria, fashion , kuliner musik, seni pertunjukan dan seni rupa. Event ini bertujuan untuk memberi kesempatan untuk kepada pelaku enokomi kreatif untuk mendapatkan tempat atau wadah memamerkan hasil produksi secara terbuka sehingga dimungkinakan terjadi interaksi dengan konsumen secara langsung.

Pembukaan ini di hadiri oleh Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Sekda Kota Malang Wasto, Komisi D DPRD Kota Malang, OPD Kota Malang, pelaku ekonomi kreatif, dharma wanita dan PKK Kota Malang

Rangkaian kegiatan ini meliputi Workshop Pembinaan & Pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif yang diikuti oleh 80 peserta, Pameran atau pasar Kreatif dengan 70 peserta dari 6 sub sektor Ekonomi Kreatif dan Business matching yang di hadiri 120 orang terdiri 70 buyer dan 50 seller. Selanjutnya Ketua Pelaksana kegiatan yang sekaligus Kepala Disbudpar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan komitmennya untuk melaksanakan kegiatan ini secara rutin dan berkelanjutan. “Kegiatan ini akan kita lakukan secara terus menerus dan berkelanjutan sebagai upaya untuk percepatan pembentukan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang” pungkasnya.

Selanjutnya Walikota malang mengapresiasi kegiatan ini dan tari pembukaan Malang Rancak Batik Kucecwara. ” Intelektual yang harus kita kembangkan, SDM juga harus dikuatkan, tapi perlu catatan kita harus memiliki karakter bangsa. Kita tadi sudah disuguhkan dengan model dan tarian modern, tetapi kita tidak boleh lupa akan karakter bangsa Indonesia yakni Batik. Karena ketika berbicara tentang batik, berbicara tentang Indonesia yang memiliki ke-khasan yang tidak dimiliki oleh negara lain” Ujar Sutiaji.

Selain itu Sutiaji juga menyampaikan kepada seluruh penggerak ekonomi kreatif bahwa ditahun 2019 akan menjadikan kawasan Kayutangan menjadi kawasan heritage. Karena Malang merupakan destinasi wisata heritage.

 

Posted in: Berita Terbaru, Headline

Leave a Comment