Sutiaji Gagas Pameran UMKM Kota Bertaraf Nasional

Melihat antusiasme pengunjung ke stand kota Malang, Sutiaji Walikota Malang, berinisiatif gagasan untuk menggelar ajang pameran produk UMKM berskala nasional. “Bahkan kita juga akan menggandeng Kementerian Perdagangan RI, untuk mengundang para buyers dari luar negeri, “tutur Sutiaji, disela sela gelar pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke – 33 di BSD city, Tangerang, Banten (24/10 ’18). Didampingi Kepala Dinas Perdagangan Wahyu Setianto dan Kepala Dinas Koperasi UKM, Tri Widyani Pangestuti, Walikota berkesempatan bertemu langsung dengan Petinggi Kemendag RI.

“Saya sudah perintahkan kepada Disperdag, Disperin dan Dinkop UKM untuk sinergi dan kolaborasi mematangkan perencanaannya. Libatkan stake holders yang ada, seperti Kadin Kota serta yang lainnya, agar nanti bisa digeber maksimal, “ujar Pak Ji, demikian warga seringkali menyapanya. Wajar bila, Walikota Sutiaji berkehendak seperti itu, karena pola jualan road show selama ini memang tidak memungkinkan semua UMKM bisa tercover ikut. Dengan menjadi tuan rumah sendiri gelaran pameran berskala nasional, diharapkan makin banyak potensi produk unggulan kota Malang yang akan ditampilkan. Kepada Kadindag dan Kadinkop UKM, Sutiaji memerintahkan untuk berkonsultasi dengan kementerian secara intens mengawal gagasan tersebut. Bahkan secara khusus, Walikota pecinta kuliner pedas ini, menarget untuk pasar Afrika yang dinilai potensial untuk masuknya produk kota Malang.

Sebagaimana data yang terlansir sebelumnya, jumlah Usaha Mikro Kota Malang sebanyak 99.213 usaha, dengan rincian di Kedungkandang sebanyak 21.045, Sukun 20.251, Klojen 17.034, Blimbing 19.414 dan sebanyak 21.469 usaha berada di Lowokwaru. Untuk Usaha Kecil terdata di Kedungkandang sebanyak 1.876 usaha, Sukun 1.766 usaha, Klojen 2.395, Blimbing 1.674 dan di Lowokwaru 2.231 usaha. Ada pun untuk cluster Usaha Menengah terdata 342 usaha berada di Kedungkandang, 428 di Sukun, 1.622 di Klojen, 608 di Blimbing serta di kecamatan Lowokwaru sebanyak 711 usaha.

Trade Expo Indonesia (TEI) yang digelar Kementerian Perdagangan RI, merupakan upaya strategis dan komitmen untuk meningkatkan ekspor secara berkesinambungan. Seperti diutarakan Arlinda, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kemendag RI, nilai transaksi ditargetkan sebesar US$ 1,5 miliar atau setara dengan Rp 20 triliun (kurs Rp 13.500). Tahu lalu nilai transaksi TEI mencapai US$ 1,4 miliar. “Target kita transaksi 2018 mencapai US$ 1,5 miliar. Sesuai arahan Pak Menteri harus jauh lebih tinggi dari 2017, jadi mau tidak mau harus mencapai US$ 1,5 miliar,” kata Arlinda. Sebagai catatan, hari ini saja sudah dihadiri oleh 125 Negara dengan 3.813 buyer.

TEI merupakan ajang dagang yang akbar. Tercatat ada 1.110 peserta pameran untuk ikut berpartisipasi, dengan target pengunjung baik dalam negeri maupun luar negeri sebanyak 28 ribu untuk melihat lebih dari 300 produk yang ditampilkan. Melihat semarak dan tingginya animo di hari pertama pembukaan (24/10), wajar bila Sutiaji bertekad menggelar ajang ini (seperti itu) di kota Malang.

Menampilkan 300 produk dan jasa yang dibagi menjadi 8 zona, yaitu kuliner nusantara, craft dan lifestyle product, furniture, creative products and service, manufaktur, strategic industry, food and beverages dan local champion products, acara dibuka Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Mendag, mengatakan pada dasarnya melalui kegiatan TEI, dapat menopang peningkatan ekpsor sebesar 11% . “Target ekspor kita secara keseluruhan akan naik 11% berdasarkan evaluasi Kemendag. Tahun lalu (2017) bisa mencapai 17% walaupun targetnya 6%. Nah target 2018, minimal 11% itu bisa tercapai dengan berbagai kegiatan seperti promosi ini, “imbuh Enggartiasto.

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment