Jualan UMKM Naik Kelas ala Sutiaji

UMKM naik kelas, menjadi concern Walikota Sutiaji. Begitu getolnya Walikota Malang untuk mengangkat sektor UMKM, terpotret dari gencarnya “jualan” produk produknya ke ajang pameran produk ke daerah daerah di Nusantara. Setelah road show mulai dari ajang Apeksi di Tarakan, temu produk unggulan di Bali, pameran produk olahan pangan di Banjarbaru, kini produk UMKM kota Malang digeber dan di kawal langsung Walikota di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke – 33 di BSD city, Tangerang, Banten.

“Saya sempatkan malam hari (23/10 ’18) nengok stand untuk mengetahui kesiapannya. Karena even ini selain mengenalkan produk kepada masyarakat nusantara, juga didesain untuk dipertemukan dengan para buyers dari luar negeri sebagaimana desain acara yang dirancang dan dimaksudkan oleh Kementerian Perdagangan RI, “ujar Sutiaji yang didampingi Ketua TP PKK kota Malang, Hj. Widayati.

Ditambahkan Sutiaji, penting mendorong para pelaku UMKM untuk langsung bersentuhan dengan para pelaku pasar sekaligus berinteraksi dengan pelaku UMKM dari daerah lain, guna menajam kualitas produknya. “Untuk bisa naik kelas, ya harus mampu membaca pasar, mengetahui keinginan dan kekinian pasar. Selain tentu terus melakukan optimalisasi dari sisi pendanaan, kuantitas produk hingga bicara packaging (kemasan), “tukas Sutiaji. Kepada perwakilan UMKM kota Malang dan Dinas Koperasi UKM kota Malang.

Walikota yang dimasa kuliah aktif di dunia pers, juga mendorong UMKM untuk merambah e-commerce.
Ghirah (semangat) Walikota penghobby bulu tangkis ini dalam menggarap UMKM naik kelas, karena data menunjukkan komposisi terbanyak masih di Usaha Mikro. Tercatat jumlah Usaha Mikro Kota Malang sebanyak 99.213 usaha, dengan rincian di Kedungkandang sebanyak 21.045, Sukun 20.251, Klojen 17.034, Blimbing 19.414 dan sebanyak 21.469 usaha berada di Lowokwaru.

Sementara itu untuk Usaha Kecil terdata di Kedungkandang sebanyak 1.876 usaha, Sukun 1.766 usaha, Klojen 2.395, Blimbing 1.674 dan di Lowokwaru 2.231 usaha. Ada pun untuk cluster Usaha Menengah terdata 342 usaha berada di Kedungkandang, 428 di Sukun, 1.622 di Klojen, 608 di Blimbing serta di kecamatan Lowokwaru sebanyak 711 usaha.
Tri Widyani Pangestuti, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, disela sela mendampingi kunjungan Walikota, menginformasikan untuk kluster Usaha Mikro memiliki asset di bawah Rp 50 juta dengan omzet di bawah Rp 300 juta, kluster Usaha Kecil memiliki asset dibawah Rp 500 juta dengan omzet dibawah Rp 2,5 milyar, dan untuk Usaha Menengah memiliki asset dibawah Rp 10 milyar dengan omzet dibawah Rp 50 milyar.

Acara TEI yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI, di gelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) berlangsung mulai tanggal 24 s/d 28 Oktober. Kota Malang menjadi salah satu kota yang dipercaya untuk mengenalkan produknya. Diagendakan Walikota Malang berkesempatan mengikuti acara pembukaan (24/10) sebelum mengikuti pertemuan Kepala Daerah Jejaring Kota Pusaka di Surakarta

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment