Pembinaan Lembaga Zakat, Infaq, dan Sodaqoh Kota Malang 2018

Pembinaan Lembaga Zakat, Infaq, dan Sodaqoh Kota Malang 2018

Malang-(25/09) bertempat di Hotel Gajahmada Graha Pemerintah Kota Malang menggelar pembinaan lembaga zakat, infaq, dan sodaqoh serta seminar mengenai upaya pengentasan kemiskinan di Kota Malang. Narasumber dalam kegiatan ini adalah akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Devanto Shastra Pratomo, PhD dan dokter inovator kesehatan serta wirausaha sosial, dr. Gamal Albinsaid, M. Biomed.

Hadir dalam kegiatan ini Walikota Malang Drs. H. Sutiaji, Kabag Kesra Drs. Ali Mulyanto, MM., Ketua Forum Zakat Malang Raya Ifan Mahendra, pengurus MUI Kota Malang Drs. K.H. Chamzawi, M.HI, Komisi D DPRD Kota Malang dan Lembaga Amil Zakat serta pengurus masjid yang berjumlah 100 orang.

Dalam sambutan pertama diawal jabatannya sebagai Walikota Malang, Sutiaji menyampaikan harapannya dalam kegiatan ini. “Di Malang ini sudah ada BAZNAS yang harapan kami ini yang akan menjadi poros pengelolaan yang berbasis dan berorientasi mengumpulkan sodaqoh infaq serta zakat para muzakki maupun para orang yang menitipkan sodaqohnya kepada para amil serta harapan kami agar termanage dengan baik karena kita lihat potensi zakat di Indonesia sesungguhnya luar biasa, yaitu sejumlah 217 triliun tetapi yang terserap tidak ada 10% dari potensi zakat di Indonesia”paparnya.

Selama ini pengelolaan zakat belum dikelola secara integrasi dan tidak berbasis sustainability program, artinya penyaluran zakat belum merata sehingga belum bisa menyelesaikan masalah. Sutiaji juga menghimbau kepada masyarakat Kota Malang agar menerapkan program sodaqoh 3S (Sehari Seribu Saja) yang mana jika dihitung dalam sehari Kota Malang menghasilkan 250 juta rupiah yang harapannya dapat membantu masyarakat yang kurang mampu di Kota Malang.

Ifan Mahendra sebagai narasumber dan juga Ketua Forum zakat Malang Raya menyampaikan pentingnya pembinaan ini. “ Sasaran dari pembinaan ini adalah bertambahnya pengetahuan kita tentang zakat dan sodaqoh serta terbentuknya sinergi antara pemerintah Kota Malang dengan FOZ (Forum Organisasi Zakat) Kota Malang dan Dewan Masjid dalam hal pengumpulan zakat. Harapannya kedepan adanya sinergi berkelanjutan terutama dalam hal strategi pengentasan kemiskinan di Kota Malang” pungkasnya.

Disisi lain Kabag Kesra Setda Kota Malang menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan ini. “Pembinaan ini adalah untuk menjalin konsolidasi, kolaborasi, sinergitas, dan mengoptimalkan potensi zakat dalam rangka mengurangi kemiskinan Kota Malang yang dalam jangka panjangnya dapat terbentuk kampung zakat selain kampung tematik yang ada” ujar Ali.

Dalam materi yang disampaikan Devanto mengangkat tema tentang studi kasus kemiskinan Kota Malang yang merujuk pada data BPS (Badan Pusat Statistik) yang mana secara absolut jumlah kemiskinan Kota Malang mengalami penurunan tetapi relatif pelan dari tahun 2012 menunjukkan angka 5,21% dan mengalami penurunan mencapai 4,17% pada tahun 2017. Tetapi ketimpangan tertinggi di Jawa Timur terjadi di Kota Malang. “Strategi yang dapat digunakan dalam pengentasan kemiskinan ada 4, diantaranya memperbaiki dan mengembangkan sistem perlindungan sosial bagi penduduk miskin dan rentan, memperbaiki akses kelompok masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan dan sanitasi, memberdayakan penduduk miskin dan pembangunan yang inklusif” ujar Devanto yang juga akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.

Pada materi berikutnya disampaikan oleh dr. Gamal Albinsaid selaku inovator kesehatan serta wirausaha sosial memberikan solusi bagi pengentasan kemiskinan. “ Pengentasan kemiskinan dapat dilakukan dengan cara tidak hanya sebatas diskusi tetapi hingga menentukan daerah-daerah binaan agar lebih efektif kedepannya, meningkatkan peran mahasiswa dan universitas yang nantinya mampu menghilangkan masyarakat prasejahtera, serta meningkatkan potensi pariwisata yang dimiliki oleh Kota Malang juga menjadi sebuah solusi” ujar dr Gamal yang pernah mendapat penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneurship First Winner 2014 dari Inggris.

Dokter Muda yang Banggakan Indonesia di Pentas Global menambahkan peningkatan layanan kesehatan juga sangat diperlukan dalam rangka kesejahteraan masyarakat seperti yayasan yang telah dibangunaanya yaitu Indonesia Medika yang dapat menyelesaikan persoalan sampah dan kesehatan masyarakat kurang mampu sekaligus. (Yz/ Vd)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment