Sutiaji: Pelaku Usaha Muda Bisa Bangkitkan Ekonomi Nasional

Malang – Plt Wali Kota Malang, Sutiaji, berharap para pelaku usaha usia muda atau start up, bisa membangkitkan perekonomian nasional, khususnya di Kota Malang. Ia menegaskan, saat ini era ekonomi digital, harus dilihat sebagai peluang untuk mengembangkan potensi bisnis di dalam persaingan yang cukup ketat.

“Para start up ini adalah bagian dari penyangga ekonomi bangsa, sehingga perlu ada upaya untuk mendorong mereka,” kata Sutiaji saat memberi sambutan dalam acara Program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2018 di Hotel Harris, Rabu (12/9).

Khusus di Kota Malang, lanjut Sutiaji, peluang bagi para pebisnis muda atau start up sangat terbuka lebar. Pasalnya, Kota Malang memiliki puluhan kampus dengan ratusan ribu mahasiswa, sehingga bisa menjadi sasaran target untuk memasarkan produk.

“Di Malang kita ada MCF (Malang Creative Fusion) yang di bawahnya ada membina para start up dan pebisnis muda, sehingga diharapkan, mampu mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat.

“Tentunya acara ini merupakan motivasi tersendiri bagi Kota Malang agar ekonomi kreatif bisa berjalan dengan lancar,” tukasnya

Sementara itu, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri, Alexandra Askandar, mengatakan, dipilihnya Plt Wali Kota Malang, Sutiaji, sebagai juri, dikarenakan sosoknya peduli akan perkembangan ekonomi kreatif di Kota Malang serta memiliki komitmen dalam menjadikan Malang sebagai kota kreatif.

Dijelaskan, selama ini Kota Malang sangat prihatin akan dunia ekonomi kreatif, sehingga sosok Sutiaji dianggap mampu mencetak para start up di bidang tersebut. Hadirnya Malang Creative Fusion (MCF), merupakan satu bukti bahwa Kota Malang cukup serius dalam mengembangkan ekonomi kreatif.

“WMM ini adalah acara CSR dari Bank Mandiri, kami sudah mencetak banyak wirausahawan muda dari gelaran ini,” kata Alexandra.

“Kami melihat sosok Pak Sutiaji ini sangat peduli dengan ekonomi kreatif, sehingga beliau sudah layak menjadi juri dalam helatan WMM kali ini,” imbuhnya.

Helatan WMM pada tahun ini digelar di Kota Malang, karena pada tahun lalu, para pemenang ajang ini berasal dari Jawa Timur. Kegiatan ini dibuka dengan expo yang dipusatkan di Mall Olympic Garden (MOG) pada 6-9 September lalu. Sebanyak 90 merk lok kreatif dan inovatif bernuansa milenial ditawarkan kepada pengunjung. Produk-produk itu antara lain, Cokelat Klasik (produksi wirausaha muda asal Malang), sepatu pria merek Men’s Republic (Juara WMM kategori kreatif 2015) dan Tenun Samarinda Aemtobe.

Wirausaha Muda Mandiri yang telah digelar sejak 2007. Total, lebih dari 36.000 wirausaha muda dari 656 perguruan tinggi di seluruh Indonesia tercatat menjadi bagian dari komunitas ini, baik sebagai juara, finalis, maupun peserta.

Tahun ini, program WMM mengkompetisikan beberapa kategori, yakni kategori Wirausaha Industri, Perdagangan dan Jasa; Wirausaha Kreatif; Wirausaha Boga; Wirausaha Sosial dan Wirausaha Teknologi. Adapun kepesertaan WMM terbagi atas dua kategori, yakni kategori Mahasiswa Program SI atau Diploma dan kate non-Mahasiswa.

Adapun juri nasional pada bidang kreatif, terdiri dari unsur pemerintah dan pelaku usaha, antara lain Plt Wali Kota Malang, Sutiaji, SPV Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Rohan Hafas, Wakil Rektor II Universitas Islam Negeri Malang, Ilfi Nur Diana, Direktur Pemberitaan Tempo Intimedia, Arif Zulkifli, serta Founder Saung Angklung Ujo, Taufik Hidayat.

Sejak digelar pada tahun 2007, WMM total sudah mencetak lebih dari 36.000 wirausaha muda dari 656 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. (Sa)

Posted in: Berita Terbaru, Dokumentasi, Headline

Leave a Comment